Saksi Tak Hadir, Pleno PPK Ditunda

14
Jpeg
Jpeg

Muratara, BP

Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Musirawas Utara (Muratara) di tujuh kecamatan ditunda.

Penundaan pleno PPK di masing-masing kecamatan disebabkan saksi-saksi paslon banyak yang tidak hadir, terkhusus saksi paslon I Drs H Akisrofi Ayub & Andi Wijaya dan paslon 2 Khairul Alamsyah – Siti Nurizka Puteri Jaya.
Sementara itu pleno PPK Rupit diwarnai dengan aksi unjuk rasa. Untuk mengantisipasi adanya tindak anarkis, aparat langsung melakukan pengamanan. Informasi lainnya, ada kemungkinan pleno untuk Kecamatan Karang Jaya dan Rupit dialihkan ke KPU atau ke tempat lain di luar Muratara.
Sekda Muratara H Alfirmansyah mengakui, seluruh pleno PPK di wilayah Muratara ditunda. Ada beberapa kecamatan yang akan melaksanakan pleno PPK. Akan tetapi karena yang lain ditunda, maka yang akan melaksanakan pleno ikut batal.

Menurutnya, untuk pleno PPK Karang Jaya dan Rupit ada kemungkinan dialihkan ke KPU karena alasan keamanan. Jika tidak memungkinkan juga akan dipindahkan ke luar Muratara.
“Seluruhnya ditunda, perhitungan untuk Kecamatan Karang Jaya dan Rupit kemungkinan  dipindahkan ke KPU. Kalau memang tidak memungkinkan bisa saja di Danki Brimob,” tegasnya.
Untuk mengamankan Pilkada Muratara, Polres Mura menambah pasukan dari Polres Lubuklinggau. Jumlah personel dari Polres Lubuklinggau diterjunkan sebanyak 50 personel.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo mengatakan, diterjunkannya pasukan ke Muratara untuk membantu pasukan Polres Mura yang diturunkan sebelumnya, terkait masalah demonstrasi di kantor KPU. “Ini merupakan perintah kapolda untuk membantu pengamanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari Pertama Dibuka, Heri Amalindo dan Teguh Jaya Ambil Formulir Cabup di Golkar

Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pilkada mulai memasuki tahap rekapitulasi hasil pemungutan dan penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Pantauan BeritaPagi, rekapitulasi di Kantor Camat Talang Ubi dilakukan sejak pagi pukul 09.00 di lima kantor camat yang ada di wilayah Kabupaten PALI. Proses rekapitulasi berlangsung kondusif.
Alhamdullilah hari ini  kita sudah mulai melaksanakan rekapitulasi pemungutan dan penghitungan suara di tingkat kecamatan dari seluruh PPS di 20 desa dan kelurahan se-Kecamatan Talang Ubi. Sedangkan untuk surat suara telah kami terima kemarin dari setiap PPS mulai dari pukul 15.00 sampai pukul 21.00,” kata Sulaiman, Ketua PPK Talang Ubi.
Sulaiman mengatakan, sejauh ini proses rekapitulasi berjalan aman dan kondusif serta tidak menemukan kendala apa pun.

Baca Juga:  Tak Kenal Jalan, Suzuki Terjungkal

“Sejauh ini, tidak ada selisih suara antara saksi paslon bupati dengan hasil PPS setiap TPS-nya,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan rekapitulasi tingkat kecamatan akan rampung dalam waktu dua hari.

“Meski masa rekapitulasi tingkat kecamatan diberi tenggang waktu dari tanggal 10 sampai 16 Desember, tapi jika bisa rampung dalam waktu dua hari, kenapa tidak. Sehingga kalau sudah selesai tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan, langsung menyerahkan hasilnya ke tingkat KPUD Kabupaten,” tambah Sulaiman.
Sementara itu, Camat Talang Ubi Asrohi S mengatakan, sejauh ini rekapitulasi di wilayahnya berjalan lancar tanpa ada halangan.

Baca Juga:  Heri Amalindo Lepas 31 CJH Asal Kabupaten PALI

“Sejauh ini alhmadulillah lancar, yo semoga tetap kondusif hingga penetapan dari KPUD kabupaten PALI,” kata Asrohi.
Menurutnya, dari rekapitulasi angka partisipasi pemilih di wilayah Talang Ubi cukup tinggi mencapat 70 persen.

“Angka 70 persen partisipasi pemilih di Talang Ubi, itu cukup tinggi. Apalagi suara tidak sah tidak terlalu banyak ditemukan,” sambung Asrohi.
Hadir dalam rekapitulasi hasil pemungutan dan penghitungan suara di tingkat Kecamatan Talang Ubi, Bupati PALI Drs H Apriyadi, MSi, Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban, SIk, serta Danramil Talang Ubi.

“Bupati datang hanya memantau, memastikan proses rekapitulasi di PPK Talang Ubi aman dan kondusif. Karena Talang Ubi sebagai ibukota kabupaten PALI, menjadi contoh bagi kecamatan yang lain, maka itu haruslah aman, kondusif, dan berjalan lancar,” ujar dia. #wan/hab

Komentar Anda
Loading...