Komisi II Belum Bisa Simpulkan Titik Permasalahan SP2J

24

listrikPalembang, BP

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang belum dapat menyimpulkan dimana titik permasalahan yang ada di PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) hingga belum dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Bahkan, penyertaan modal bagi SP2J masih tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Palembang tahun 2016 yang angkanya mencapai Rp23 miliar.

Baca Juga:  Warga Desa Pulai  Gading, Muba  Keluhkan Debu Batubara

“Kami belum bisa menyimpulkan dimana titik permasalahan sebenarnya. Karena berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Palembang Candra Darmawan, Rabu  (9/12).

Menurut dia, saran dari Komisi II dengan merombak manajemen PT SP2J juga telah dilakukan. Hasilnya, tetap tidak ada perubahan. Demikian juga dengan penempatan kader partai politik (Parpol) di jajaran direksi PT SP2J, juga tidak bisa disimpulkan sebagai sebuah kesalahan.

Baca Juga:  Tokoh Pemuda Sumsel Ini Minta Pemprov dan DPRD Sumsel Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Beras

“Karena terkadang ada kader partai yang tepat. Tidak bisa ini dikatakan sebuah kekeliruan. Untuk itu kami belum bisa menyimpulkan titik permasalahannya dimana hingga keuangan PT SP2J belum kunjung stabil,” katanya.

Kedepan, DPRD Palembang berharap tidak ada lagi penyertaan modal terhadap SP2J. Menurut Candra, pihaknya sudah menganggap cukup penyertaan modal yang telah diberikan.

Baca Juga:  DPD RI Ajak Akademisi Pikirkan Konsep Haluan Negara Ideal

“Kami anggap sudah cukup banyak penyertaan modal yang telah diberikan. SP2J harus melakukan efisiensi biaya. Untuk tahun depan pemasukan dari perusahaan perlu dipertanyakan. Kenapa harus diberi modal terus. Kami ingin pengeluaran dan pemasukan harus seimbang,” tegasnya.#osk

Komentar Anda
Loading...