SFC Bidik Tiket Tiga Terbaik

7

sfc dr tv=1Palembang, BP

Mengusung target menang, Sriwijaya FC kembali harus menelan pil pahit usai dikalahkan Persija Jakarta 0-1 pada lanjutan Jenderal Sudirman Cup di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (25/11) malam.

Gol semata wayang tim Macan Kemayoran lahir dari kaki Ramdani Lestaluhu menit ke-52. Kekalahan ini makin memberatkan langkah SFC ke babak delapan besar dari Grup A.

Untuk sekadar mendapatkan posisi runner-up sulit lantaran SFC tinggal menyisakan satu pertandingan lagi menghadapi Persipasi Bandung Raya (28/11). Sementara Persija punya dua laga tersisa, melawan Arema Cronus (28/11) dan Gresik United (1/12).

Persija tinggal memaksimalkan partai melawan Gresik untuk lolos, bahkan meski kalah dua partai sekalipun, SFC tetap kalah head to head dari Persija.

“Harapan kita satu-satunya tinggal di posisi tiga terbaik,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, Rabu (25/11).

Promotor turnamen Jenderal Sudirman Mahaka Sports and Entertainment telah menetapkan hanya akan mengambil dua tim dari tiga grup. Jadi sebanyak enam tim yang akan melaju ke babak delapan besar.

“Dua tim lagi diambil dari tim yang terbaik di peringkat ketiga,” ujarnya.

Artinya, pihak promotor akan mengambil dua tim dari tiga grup yang menghuni peringkat ketiga. Tim yang lolos akan ditentukan dari head to head di grup masing-masing dan surplus golnya.

Baca Juga:  Curi Ilmu dari Sang Idola

Oleh sebab itulah, kans SFC masuk ke babak delapan besar masih terbuka, asalkan mampu memenangkan partai akhir melawan Persipasi Bandung Raya (PBR) di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (28/11) nanti.

PBR menjadi saingan berat Laskar Wong Kito untuk menjadi tim terbaik di peringkat ketiga, mengingat tim berjuluk The Boys are Back ini juga mengantongi tiga poin. PBR sudah pasti juga membidik target yang sama saat dipertemukan dengan SFC pada Sabtu nanti.

“Kalaupun kita menang dan berada di peringkat ketiga, kita harus bersaing dengan dua tim dari grup B dan C. Tim yang lolos ditentukan head to head dan surplus gol,” ujarnya.

Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo menilai laga semalam sangat membosankan. “Pertandingan tidak menghibur. Pemain kita sudah kelelahan. Itu jelas terlihat selama 90 menit pertandingan,” katanya kecewa.

Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan menjadi satu-satunya tim di grup A yang punya jadwal paling padat. Skuad asuhan Benny Dollo bermain empat kali dan hanya jeda satu hari. Sementara tim lain seperti Arema Cronous, Persija dan dua tim lain punya waktu lebih panjang untuk istirahat. Persija bahkan yang punya waktu jeda sampai lima hari. “Kita bermain empat kali hanya dalam sembilan hari,” jelasnya.

Hal inilah yang membuat permainan Laskar Wong Kito kurang greget. Pemain juga lebih mudah terpancing emosi karena sudah kelelahan. Seperti yang terlihat Patrich Wanggai yang berujung kartu kuning kedua dan kartu merah.

Baca Juga:  Sriwijaya FC Bakal Lawan Mahyadi Cs

Pelatih Persija Bambang Nurdiansyah gembira dengan kemenangan timnya. Hasil ini membuka jalan mereka ke babak perempatfinal.

“Ini semua berkat kerja keras pemain, bagi kami yang penting tim menang karena ini berarti langkah kita semakin lebih mudah,” tegasnya.

Namun meski cukup puas, Bambang menyayangkan aksi bek tengahnya, OK Jhon yang melakukan pelanggaran keras kepada Talouhu Abdul Musafri.

Pelanggaran itu sangat berbahaya dan dianggap tidak perlu. Akibatnya, Musafri merasa kesakitan pada bagian dadanya.

“Kita sayangkan aksi OK Jhon, itu benar-benar tidak perlu. Sama halnya dengan laser dari suporternya. Kita juga sayangkan itu. Semoga tidak terulang lagi,” ujarnya.

Pada babak pertama, Persija beberapa kali mampu menebar ancaman. Mereka tercatat melepaskan tiga tendangan dengan satu di antaranya tepat sasaran. Adapun Sriwijaya hanya melepaskan satu tendangan.

Pada menit ke-33, bomber Persija asal Kamerun, Emmanuel Kenmogne, berhasil menggetarkan jala gawang Sriwijaya FC. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Kenmogne dinilai dalam posisi offside.

Babak pertama juga diwarnai kartu merah yang diterima oleh penyerang andalan Sriwijaya FC, Patrich Wanggai, pada menit ke-39. Awalnya, pemain 27 tahun itu hanya dikartu kuning oleh wasit karena melanggar Novri Setiawan.

Baca Juga:  Teja Dipanggil Timnas, SFC Tunggu Surat Resmi PSS

Akan tetapi, Wanggai tak terima dengan keputusan wasit. Wanggai pun melakukan protes keras hingga wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuknya.

Hingga laga babak pertama usai, kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan. Skor kacamata pun bertahan.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-52, Persija mampu membuka keunggulan melalui gol yang dicetak oleh Ramdhani Lestaluhu.

Menerima sodoran Dedi Hartono dari sisi kiri, eks pemain SFC ini dengan mudah menceploskan bola ke gawang Dian Agus. Kedudukan menjadi 1-0 untuk Macan Kemayoran.

Saat laga memasuki menit ke-69, OK John menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Musafri di kotak terlarang.

Alhasil, selain harus bermain dengan 10 orang, Persija juga menerima hukuman penalti dari wasit. Apes, Asri Akbar gagal menyamakan skor setelah tendangannya mampu digagalkan kiper Persija, Andritany.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada lagi gol tercipta. Persija akhirnya dinyatakan lolos ke babak perempat final setelah menempati posisi kedua Grup A dengan raihan 6 poin.

Adapun SFC harus melakoni laga hidup dan mati melawan PBR. Saat ini, baik SFC dan PBR sama-sama mengemas 3 poin. Keduanya masih berpeluang lolos melalui peringkat ketiga terbaik fase grup.

Kekalahan ini sendiri bagi SFC adalah yang kedua beruntun. Sebelumnya, Laskar Wong Kito dipukul Arema 2-0. # zal

Komentar Anda
Loading...