Dilatari Dugaan Selingkuh, Nasrin Kalap Bakar Istrinya

19
htc-fireballMuaradua, BP
“Sakit tuh ada di sini, di dalam hati ku”, lantunan lagu dari Cita Citata itu bisa disematkan kepada Nasrin bin Mat Nasir (26) yang nekat membakar rumah dan istrinya, Eli Dama Yanti (24), menggunakan bensin, Minggu (15/1) sekitar pukul 15.00.
Peristiwa yang masih hangat jadi perbincangan masyarakat sekitar itu, terjadi di kediaman Nasir di Dusun I, Desa Negeri Batin, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan (OKUS).
Kejadian ini bermula ketika pelaku ingin mengantarkan istrinya, ke kediaman orangtuanya yang tak jauh dari rumahnya, hanya saja di waktu yang sama ia mendapat undangan hajatan dari tetangga, lalu ia mengurungkan niatnya mengantarkan sang istri kerumah orangtua pada sore itu, tapi dia berjanji setelah usai hajatan baru bisa mengantarkan sang istri.
Namun sepulangnya ia dari hajatan, dia mendapati ada motor terparkir di dalam rumahnya, lalu dia bertanya kepada istrinya.
“Pas aku balik sekitar jam 9 malam, lah ado motor terparkir, ku tanyo lah dengan bini ku, motor siapo ini dek, di jawabnyo punyo Muara,” cerita dia, Minggu (22/11).
Dikatakannya. tidak berselang lama dari kepulangannya, sang pemilik datang mengambil motor, dan ia pun kembali bertanya kepada istrinya.
“Pas dio tu balik aku betanyo lagi, ngapo kau mak itu dek, giliran aku dak katik, kau berani-beraninyo kau ngizinkan wong nitip motor di dalam rumah ne, “katanya.
Dari penitipan motor itu, jelas dia, kecurigaanya terhadap istri main serong dengan pria idaman lain mulai muncul ditambah lagi dengan penolakan istri untuk diantar kerumah mertuanya. Kecurigaannya makin bertambah ketika ia melihat baju yang dikenakan istrinya berubah dari sebelumnya, karena saat ia pergi hajataan, selain itu ia mendapati sprei kasur sudah berantakan.
“Ngapo baju kau lah berubah dek, mandi idak, sprei tu ngapo lah kusut galo, nak tau dak kamu jawabannyo, habis ngecing kak, kan dak masuk akal, dari situlah kami bebalah, terus ku ajak ke rumah mertuo ku, dio jugo dak galak, ” jelas Nasrin.
Keesokan harinya perang mulut antara keduanya terus berlanjut, sampai terjadinya peristiwa pembakaran ini.
“Pagi tu, kami ribut-ribut lagi sudah tu ku tinggal tiduk diruangan tengah rumah kami, nah kiro-kiro jam satuan di belakang rumah ribut nian, ngato ke bini ku minum racun, ku jingok dio lah mabok, ku panggilah bidan ke rumah,” cerita dia.
Akan tetapi kabar berita istrinya minum racun terdengar oleh keluargannya, dan datang menjenguk sang istri, namun sesampainya dirumahnya, keluarga sang istri justru menghinanya dan memukul dirinya, mendapat hinaan tersebut dirinya tampa berpikir panjang, membeli bensin lalu menyiramkannya diruangan kamar rumahnya, serta ditubuh sang istri.
“Sapo yang dak sakit hati, pertamo jingok sprei kasur lah berantakan kedua bajunyolah berubah, dan ketigo dapat caci maki dari keluarganya terus digebuki pulo, “cetusnya.
Walapun demikian dirinya menyadari peristiwa tersebut membuat istrinya terluka parah, sehingga ia sangat menyesal atas tindakannya tersebut, bahkan dirinya masih berhasrat ingin kembali kepelukan istrinya, mengingat buah hasil perkawinan mereka masih membutuhkan sosok ayah dan ibu.
“Sebenarnyo aku nyesal pak, lah mbuat dio sengsara, selain itu aku jugo ingin minta maaf, supaya jangan terjadi perceraian, kasihan anak-anak ku, “sesalnya, sambil berurai air mata.
Sementara itu bidan yang bernama Eva (26), yang ikut terbakar kala itu, kini masih dalam proses penyembuhan mengatakan saat itu diri sedang merawat istri pelaku, karena mabuk minum racun rumput, tiba-tiba datang pelaku menyiramkan bensin ketubuh istrinya.
“Diwaktu kejadian, saya persis disamping istrinya, saya pun tak bisa berbuat banyak, seluruh ruangan sudah disiraminya bensin, dan untungnya saya bisa keluar dari jendela kaca kamar, itupun saya masih kena bakar, “katanya sambil menahan sakit luka bakar di kakinya.
Dia mengatakan ulah pelaku sangat tidak manusiawi, oleh karena itu pihak keluarganya akan meminta pertanggung jawaban dari pelaku, mesikupun sampai hari ini dirinya belum melapor ke pihak yang berwajib.
“Saya tidak terima perbuatanya, masa saya nolong istrinya malah ingin dijadikan tumbal luapan emosinya, kalau tidak ada  itikad baik dari keluarganya, urusan selanjutnya kepihak kepolisian, “katanya.
Terpisah  Kapolsek Buay Sandang Aji IPTU Johan Syafri, SH  membenarkan peristiwa yang mengerikan tersebut membuat tiga orang terkena luka bakar, dan kini pelaku masih ditahan di sel Mapolsek Buay Sandang Aji, guna untuk penyidikan lebih lanjut.
“Memang sampai hari ini, belum ada pengaduan dari istrinya maupun dari dua korban lainnya, akan tetapi pelaku masih tetap kita tahan sampai, kita bisa meminta keterangan dari semuanya khususnya istri pelaku, tetapi motif kejadian ini adalah cemburu, “terang Polsek.
Sedangkan tetangga korban Adi menilai pelaku dan istrinya selama ini bahtera rumah tangganya baik-baik saja.
“Setau aku dek, mereka tu akur-akur bae, ee ado kabar bahwa si anu mbakar bininyo, “tuturnya.
Senada disampaikan Dian, dia juga tak mengetahui pasti penyebab terjadi cekcok antara suami istri ini, namun berdasarkan kabar burung yang terdengar di telinganya, bahwa Nasrin nekat berbuat sekeji ini, karena istri mempersilakan orang lain menitipkan motor tanpa seizinnya.
“Katonyo ado wong nitip motor didalam rumahnya tampa seizin dio,” katanya.
Lin menyangkan sikap pelaku, karena tampa bukti yang jelas, dia rela berbuat sekejam itu terhadap istrinya, padahal ikatan pernikahan mereka sudah memasuki usia tujuh tahun.
“Mikir-mikir dulu kalau nak bertindak, selidiki dulu, ini malah main hakim dewek, dak ingat anak apo, “cetusnya.
Menurut dia sikap pelaku terhadap istrinya selama ini baik-baik saja, namun di balik itu semua, pelaku memang mengidap penyakit cemburu.
“Dak usah wong nak nitip motor, wong lewat bae dicemburuinyo, dan penyakit ini susah nak disembuhkan, “cetusnya lagi. #bob.

 

Komentar Anda
Loading...