Alex Jadi Pembicara di Pertemuan Sawit Dunia di Malaysia

20

Palembang, BP

Gubernur Sumsel Jadi Pembicara -malyasia (1)Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mendapat kehormatan menjadi pembicara pada pertemuan meja bundar kelapa sawit berkelanjutan ke-13 (The 13th Annual Roundtable Meeting on Sustainable Palm Oil) di The Grand Ballroom Shangri-La Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (19/11).

Didampingi Staf Khusus Bidang Perkebunan dan Iklim Provinsi Sumsel Dr Najib Asmani serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Fakhrurrozie, Gubernur H Alex Noerdin memaparkan berbagai kemajuan di bidang perkebunan yang ada di Sumsel.

Pertemuan penting ini dihadiri sekitar 1.500 peserta berasal dari berbagai negara penghasil kelapa sawit dan pembeli CPO dunia dengan topik yang disampaikan Jurictional Approach dalam kerangka Green Growth Development.

Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pemerintah daerah mengajak perusahaan-perusahaan kelapa sawit bersama petani kelapa sawit untuk menghasilkan pasokan sawit dunia yang berkualitas, dihasilkan dari kebun yang memenuhi standar, tidak diusahakan dari lahan bekas pertambangan, serta tidak ada konflik dari masyarakat adat dan lokal.

Baca Juga:  AGSI Gelar Webinar Peran Sejarah Sultan Hamid II

Dalam paparannya, Gubernur H Alex Noerdin mengatakan, Provinsi Sumsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mendeklarasikan model pengelolaan lanskap berkelanjutan dengan kemitraan dari berbagai multi stakeholder.

Menurut Alex, terkait dengan sektor perkebunan berbasis komoditi kelapa sawit, dalam jangka panjang Sumsel akan dijadikan lumbung pasokan sawit berkelanjutan, sementara dalam jangka pendek direalisasikan dalam suatu Gerakan Desa Peduli Api untuk menangkal kebakaran lahan bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan. Ini merupakan langkah antisipasi pencegahan dini kebakaran hutan.

“Persiapan untuk implementasi lumbung sawit, Sumsel melakukan kerja sama dengan IDH Sustainable Trade Iniatiative yang berkantor pusat di Amsterdam dengan pembuatan peta dan rencana aksi untuk tiga lanskap di Sumsel yakni lanskap gambut, tangkapan air, dan lanskap dataran rendah,” kata Alex di hadapan peserta pertemuan.

Baca Juga:  Kabur Saat Ditangkap , Spesialis Rampas HP Ditembak Polisi

Gubernur H Alex Noerdin menerangkan, Provinsi Sumsel mendapat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan, GAPKI, Asosiasi Petani Kelapa Sawit serta Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) untuk melakukan kegiatan replanting kebun-kebun yang sudah tua dan tidak produktif serta kebun tanaman belum menghasilkan atau bibitnya tidak bersertifikat.

 

Tindak lanjut dari kegiatan tersebut, menurut Gubernur H Alex Noerdin, pada 20 November ini di Palembang akan ada pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan kelapa sawit bersama IDH, GAPKI, dan Ditjen Perkebunan untuk menyampaikan komitment dalam mewujudkan sertifikasi kelapa sawit dan menyusun rencana aksi.

 

Selain itu dilakukan penendatanganan MoU antara Gubernur Sumsel dan CEO IDH di Amsterdam, ZLS, United Kingdom Climate Change (UKCCU), dan Departemen For Internasional Program (DFIP) di London pada awal Desember 2015 dalam suatu rangkaian konfrensi perubahan iklim dunia coP 21 Paris.

Baca Juga:  Demo Ke DPRD Sumsel , Mahasiswa Sumsel Kecewa Tak Ditemui Wakil Rakyat

 

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sendiri adalah asosiasi yang terdiri dari berbagai organisasi berbagai sektor industri kelapa sawit (perkebunan, pemrosesan, distributor, industri manufaktur, investor, akademisi, dan LSM bidang lingkungan) yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.

 

RSPO didirikan tahun 2004 dengan kursi asosiasi berada di Zurich, Swiss, dan kesekretariatan berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan kantor cabang di Jakarta. Organisasi ini diklaim telah memiliki 1.000 anggota di lebih dari 50 negara. #osk

 

 

Komentar Anda
Loading...