Beriev BE-200 Gempur ‘Hotspot’

13

Palembang, BP

Sumsel Siapkan Grand Desain Penanganan Asap-seaplane Beriev BE-200, Russia6 (4)Dua unit pesawat Rusia Beriev BE-200 yang disewa pemerintah melakukan waterbombing di sejumlah titik api di wilayah Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai hari ini Kamis (22/10).

Pesawat yang bisa mengangkut 12.000 liter air dalam satu kali penerbangan ini tiba di Terminal Kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (21/10) pukul 11.00. Ditukangi oleh 20 kru asal Rusia bergabung dengan Satgas Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Komandan Satgas Danrem 044 Gapo Kolonel (Inf) Tri Winarno mengatakan, pesawat ini akan bermarkas di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, agar lebih mudah mengangkut air dan penerbangan akan lebih lancar.

“Secara geografi, jarak antara Pangkal Pinang dengan lokasi kebakaran lahan yang paling besar di Pesisir Timur, Air Sugihan lebih dekat dibandingkan dengan Palembang. Karena itu pesawat diterbangkan setiap hari dari Bangka,” tuturnya.

Sebelum pemadaman melalui udara, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satgas Udara untuk mengetahui titik- titik mana saja yang akan dilakukan pemadaman. Sebelumnya, beberapa armada baik dari tim darat maupun udara telah membantu memadamkan 1.664 titik api.

Baca Juga:  Survei iPol Indonesia, Harnojoyo dan Sarimuda Bersaing Ketat

“Sejauh ini bantuan 1.068 pasukan TNI sejak 11 September hingga bantuan pesawat negara tetangga sudah berhasil memadamkan 1.664 titik api. Meski masih banyak muncul titik api lagi karena titik api ini sangat fluktuatif, ” jelasnya.

Sebanyak 1.068 pasukan TNI yang telah diperbantukan sejak 11 September ini akan ditarik dan digantikan dengan personel baru. Berdasarkan update satelit Modis Aqua/Terra terdapat 69 titik api di Sumsel per 21 Oktober pukul 16.00. Satu titik api berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Muaraenim. Dua hotspot terpantau di Ogan Ilir, tiga di Lahat dan Musirawas, dan 59 di OKI.

Jumlah ini menurun drastis pada hari yang sama di pagi hari yang dengan jumlah 530 titik api. Secara rinci, 34 titik api di Kabupaten Banyuasin, lima di Empat Lawang, 14 di Lahat, tujuh titik di Muaraenim, 35 hotspot di Musi Banyuasin, 50 di Musirawas, 11 di Muratara, dua di Ogan Ilir, 10 di OKU, satu titik di OKU Selatan, PALI, Pagaralam, dan Palembang. Dua titik di OKU Timur dan yang terbanyak yakni di OKI dengan 355 titik api.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel H Herman Deru saat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Selasa (20/10/2026).(ist/rmolsumsel.id) Kabut Asap Kembali Pekat, Gubernur Pastikan Operasi Dry Ice Berlanjut Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), setelah kondisi udara sempat membaik. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru meninjau langsung pesawat yang digunakan untuk penyemaian dry ice di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang Palembang. Herman Deru menegaskan, kembali pekatnya kabut asap bukan berarti operasi penyemaian dry ice dihentikan. Sebaliknya, operasi tersebut terus dilanjutkan untuk membantu mengurangi kepekatan asap dan meningkatkan jarak pandang di Kota Palembang. "Terjadi kepekatan asap karena ada anomali dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi, masyarakat perlu tahu bahwa bukan berarti operasi dry ice berhenti. Saat ini sedang dilakukan briefing dan persiapan untuk penerbangan sorti pertama,” kata Deru saat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Selasa (20/10/2026). Ia menjelaskan, penyemaian dry ice akan terus dilakukan untuk membantu mengatasi fenomena atmosfer yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan. Pemerintah juga masih menunggu tambahan material dry ice yang dikirim dari Jakarta. "Kita berharap sekitar 15 menit setelah ditaburkan, dry ice ini bisa membantu memecah lapisan inversi yang tadi diinformasikan berada di ketinggian sekitar 300 meter,” katanya. Deru mengatakan, operasi dry ice selama 10 hari terakhir mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyetujui rencana perpanjangan operasi tersebut. Pemprov Sumsel berharap penyemaian dry ice dapat terus dilakukan hingga musim hujan tiba. Upaya ini ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, terutama di Kota Palembang yang terdampak kabut asap. "Terus kita lakukan dry ice untuk kenyamanan aktivitas masyarakat, khususnya di Kota Palembang. Namun, operasi pemadaman juga terus berjalan,” katanya. Selain penyemaian dry ice, operasi pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing juga tetap disiapkan. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat luas wilayahnya serta kebakaran yang terjadi di daerah tersebut. "Terkait kebutuhan material sedang dalam proses pengiriman dari Jakarta. Dalam satu sorti penyemaian akan digunakan sekitar 800 kilogram dry ice. Dengan dua sorti penerbangan, total material yang disebar mencapai 1,6 ton," katanya. Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap kembali pekat adalah keberadaan lapisan inversi atmosfer. Lapisan inversi merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu. Kondisi ini dapat menghambat pergerakan vertikal udara sehingga asap dan uap air sulit menyebar ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. "Lapisan inversi ini sejatinya hampir setiap hari ada. Namun, pagi ini posisinya terlalu dekat dengan permukaan sehingga asap yang masuk ke Palembang tidak bisa menyebar lebih tinggi dan akhirnya terperangkap,” kata Wandayantolis. Ia menerangkan, biasanya lapisan inversi berada pada ketinggian sekitar dua hingga tiga kilometer. Namun, pada kondisi yang teramati pagi itu, lapisan tersebut berada di ketinggian dibawah satu kilometer sehingga lebih dekat dengan permukaan dibandingkan kondisi yang lazim terjadi. "Penyemaian dry ice dilakukan untuk membantu mengubah kondisi pada lapisan atmosfer tersebut agar asap dapat menyebar dan tidak terus terperangkap di wilayah Palembang," katanya Melalui upaya ini, pemerintah berharap jarak pandang dapat meningkat dan tingkat kepekatan kabut asap berkurang, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan, dapat berlangsung lebih baik. Meski demikian, penanganan karhutla di wilayah sumber asap tetap menjadi perhatian. Operasi penyemaian dry ice untuk membantu mengatasi dampak asap di Palembang berjalan beriringan dengan upaya pemadaman kebakaran, terutama di Kabupaten OK

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Bandara SMB II Palembang Agus Santosa mengatakan, asap juga terlihat melewati Selat Malaka, Laut Celebes, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Laut Flores. Penyebaran asap itu terjadi karena adanya suhu yang rendah, kelembaban yang tinggi serta angin yang terus bergerak dan berubah-ubah arahnya.

“Asap bisa menyebar kemana-mana tergantung arah angin. Pekatnya asap beberapa hari terakhir diakibatkan karena asap yang terakumulasi dari bulan-bukan sebelumnya. Tidak ada upaya lain untuk menghilangkan asap yang terjadi saat ini, kecuali guyuran hujan,“ tuturnya.

BMKG memperkirakan dalam waktu dekat hujan belum terlihat di Palembang dan sekitarnya. Pada 26-27 Oktober diprediksi hujan akan melanda di beberapa daerah Sumsel seperti di Pagaralam, Musirawas, Empatlawang, dan sebagainya. Khusus Palembang masih belum terlihat adanya potensi awan penghujan.

Baca Juga:  Dandrem 044/ Gapo Pimpin Apel Operasi Penindakan Prokes Covid-19 di Palembang

Sementara itu pengusutan kasus kebakaran lahan dan hutan, terdapat sedikitnya tiga korporasi asing yang ditangani Polda Sumsel. Ketiga korporasi asing tersebut adalah PT Inti Agro, PT Hindoli, dan PT MBI.

“Perusahaan asing yang telah dilakukan penyelidikan yakni PT H, PT IA dan PT IMB. Setidaknya, ada 15 korporasi yang tengah dilakukan penyelidikan dan empat perusahaan dalam proses penyidikan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri, Rabu kemarin.

Menurut Jenderal Bintang Dua ini, korporasi juga nantinya akan diamankan dan dilakukan penahanan bila sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun, saat ini sudah ada empat orang yang diamankan terkait pembakaran lahan dan hutan di wilayah Polda Sumsel dan jajaran.

“Dari perusahaan asing juga ada yang dilakukan penyelidikan baik itu untuk wilayah Banyuasin dan OKI, karena memang, untuk penyelidikan di korporasi harus tepat siapa yang bertanggung jawab dalam korporasi itu,” tegas Kapolda.#idz/rio

Komentar Anda
Loading...