Malaysia dan Singapura Gempur Air Sugihan
Palembang, BP
Untuk wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Selatan, upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan secara maksimal, bahkan sejak September 2015 lalu, 4.997 personel dari unsur Badan Penaggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel telah diturunkan ke sejumlah daerah yang terdapat banyak titik panas.
Namun sedikit-demi sedikit kabut asap di Sumsel mulai menipis terutama di kota Palembang.
Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Kolonel Infantri Tri Winarno menegaskan kalau hot spot dan arah angin selama terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Sumatera Selatan selalu fluktuatif.
“Artinya seperti hot spot fluktuatif, cuaca dan jarak pandang juga fluktuatif, semuanya fluktuatif, dibandingkan kemarin, sekarang lebih terang, itu bagus, cuaca khan tidak bisa kita tebak,” katanya saat ditemui posko Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel, Rabu (14/10).
Mengenai hot spot di Sumsel menurutnya masih ada hingga kini namun dia memastikan dengan kehadiran pesawat dari negara lain harapannya bisa berkurang walaupun tidak drastis. Untuk arah angin hari ini datang dari Tenggara.
“Hari ini pesawat Herkules punya Australia mau pemadaman di Air Sugihan, OKI , ” katanya.
Dan hingga kini menurutnya sudah ada tiga negara yang membantu Sumsel dalam pemadaman api yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Sedangkan Komandan Lanud Palembang selaku Dansatgas Udara Letkol Pnb MRY Fahlefie, SSos,psc di tempat yang sama mengatakan untuk pemadaman melalui udara menurutnya pihaknya mengirimkan lebih dari satu pesawat dan helikopter ke titik api.
” Hari ini kita berangkatkan dan kebetulan kita sudah mendapatkan bantuan dari Australia pesawat C132 untuk water bomber yang mampu membawa air 15 ribu liter air ke Air Sugihan kemudian helikopter Mi ke Tulung Selapan yang dari Singapura kita kirim ke Pedamaran dan yang Malaysia hari ini ke Cengal, itu khan titik apinya di situ-situ saja yang masih menyala, sebagian daerah itu tidak nampak lagi hanya asapnya saja masih tebal,” katanya saat ditemui posko Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel, Rabu (14/10).
Sedangkan mengenai jarak pandang bagus dan tidak ada masalah,” Tadi saja pukul 08.00, pukul 09.00 sudah 1000 , mungkin lebih bagus lagi mungkin sudah 3000 , 4000,” katanya.
Hingga kini pesawat negara asing yang ada di Bandara Lanud Palembang menurutnya pihaknya dibantu enam helikopter. #osk