Adikarya Wisata Sumsel Tempa Kualitas Industri Pariwisata

17

Palembang, BP
Industri pariwisata Sumatera Selatan belum segagah provinsi lain seperti Bali, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlebih dahulu maju. Namun upaya peningkatan kualitasnya terus dilakukan demi pengembangan sektor pariwisata.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tersebut adalah dengan menyelenggarakan gelaran Adikarya Wisata. Dengan adanya penganugerahan, para pelaku usaha di industri wisata akan semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang mereka berikan.

“Acara ini pastinya akan memotivasi. Para pelaku industri pariwisata berupaya menjadi yang terbaik, dan otomatis hal itu akan meningkatkan kualitas pelayanan yang mereka berikan,” tuturnya usai Malam Anugerah Adikarya Wisata Sumsel 2015 di Griya Agung, Minggu (11/10) malam.

Baca Juga:  Miris, hanya 1 Juta Hektar Lahan di Sumsel di Kelola Rakyat

Gelaran ini pun dihelat sebagai peringatan Hari Pariwisata Dunia ke-36 pada 27 September lalu. Anugerah Adikarya Wisata diberikan untuk tujuh kategori. Yakni hotel bintang, hotel non bintang, restoran, rumah makan, biro perjalanan, daya tarik wisata obyek, serta taman rekreasi dan hiburan umum.

Khusus kategori hotel berbintang, dibagi lagi menjadi tiga kategori yakni bintang empat dan lima, bintang tiga, serta bintang dua dan satu. Setiap kategori dipilih empat terbaik dari seluruh sektor pariwisata yang ada di Sumsel.

Irene menjelaskan, proses penilaiannya telah dilakukan sejak awal tahun dengan melibatkan berbagai macam asosiasi, organisasi profesi, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Baca Juga:  Ketika Puslatpur Baturaja Diserang Musuh

Tim penilai dari Pemprov Sumsel yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Disbudpar serta tim Lembaga Seritifkasi Usaha (LSU) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pun turut serta menilai langsung ke tempat-tempat wisata dan industri pendukung pariwisata.

“Tahun ini, tim LSU dan LSP pariwisata tersebut masih dari luar provinsi. Namun tahun depan kami targetkan Sumsel telah punya wadah tersebut. Karena untuk aksesornya kita sudah ada,” ungkapnya.

Ketua PHRI Sumsel Herlan Asfiudin menambahkan, penilaian pelaku usaha pariwisata ini termasuk bagaimana cara melayani tamu, desain pakaian, dan lainnya.  Tak hanya memotivasi, namun ajang ini pun bisa jadi momen evaluasi. Bila ada yang masih kurang dari segi pelayanan, bisa ditingkatkan lagi menjadi lebih baik.

Baca Juga:  Telat 1 Hari Bebas Denda, Lewat 2 Hari Denda 25%

“Kriteria penjurian lainnya seperti sebaik apa fasilitas penunjang yang dimiliki pelaku usaha, segi pelayanan, serta hubungan pelaku usaha dengan pihak pemerintah dan asosiasi,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, hadir beberapa pelaku usaha wisata baik dari perhotelan, restoran dan daya tarik wisata. Untuk Kategori hotel berbintang empat dan lima terbaik diraih oleh Novotel Residence.

Kemudian untuk hotel non bintang terbaik diraih Hotel Grand Kemala. Daya tarik wisata terbaik diraih obyek wisata Gunung Gare/Gunung Dempo, Biro Perjalanan Wisata Sumsel terbaik diraih Mega Wisata.

Untuk kategori restoran terbaik diraih oleh River Side, lalu untuk rumah makan diraih Pagi Sore Lubuklinggau. Sedangkan kategori taman rekreasi dan hiburan umum terbaik diraih oleh Waterboom SM Lubuklinggau. #idz

Komentar Anda
Loading...