Warga Beralih Konsumsi Air Bukit

27

Lubuklinggau, BP

Sejumlah warga di RT 01, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau mulai beralih mengonsumsi air dari aliran Bukit Sulap untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menyusul mulai mengeringnya aliran Sungai Kelingi karena hujan tidak kunjung turun.

“Sekarang banyak warga menggunakan air dari Bukit Sulap, tapi itu juga mulai kering. Kami menggunakannya untuk minum dan cuci beras,” ujar Joni Farles (25), warga setempat.

Baca Juga:  Lubuk Linggau Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Selain memanfaatkan air Bukit Sulap, warga juga masih mengharapkan kucuran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap. Namun, warga tidak dapat berbuat apa-apa saat air ledeng mati. “Kalau air Sungai Kelingi hanya digunakan untuk mandi dan cuci pakaian, tidak dapat digunakan untuk minum karena banyak sampah,” katanya.

Baca Juga:  Walikota Linggau Didesak Pecat Pejabat Malas

Kini warga RT 01, Kelurahan Pasar Satelit juga mengeluhkan banyaknya sampah bulu ayam dari ulu Sungai Kelingi. “Sudah air sungai mulai surut, mana lagi kualitasnya kurang baik untuk mandi dan cuci. Semoga saja musim kering cepat berlalu supaya masyarakat tidak susah mencari air,” pintanya.

Senada dikatakan Faizal (26), warga Kelurahaan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat I mengungkapkan, selama ini warga dilingkungannya hanya bergantung dari aliran air PDAM Tirta Bukit Sulap. Sebab, air sumur di dalam sumur tidak dimungkinkan untuk digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Herman Deru Ajak Daerah Tetap Kompak dan Inovatif Bangun Lubuklinggau

“Wilayah kami termasuk dataran tinggi, jadi percuma kalau mau buat sumur airnya tidak ada. Musim kering seperti sekarang kami tetap berharap air PDAM terus mengucur ke rumah warga,” harapnya.#kur

Komentar Anda
Loading...