MAN 3 Palembang Terapkan Sistem SKS

77

Palembang, BP

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang mulai tahun ajaran baru 2015-2016 menggunakan sistem kredit semester (SKS) dalam sistem penilaian kegiatan belajar mengajar. Ini menjadikan sekolah ini sebagai salah satu dari 29 Madrasah Aliyah di Indonesia yang ditetapkan sebagai penyelenggara program pembelajaran SKS.

“Surat keputusan (SK) dari Jakarta sudah kami terima dan telah diserahkan langsung oleh Kepala Kasi Kurikulum Pemad Kementrian Agama (Kemenag) RI, Dr. Suwardi, M.Pd.I, kepada kepala MAN 3 pada acara pembagian raport siswa MAN 3 akhir pekan lalu,” kata Kepala MAN 3 Dr. H. Ahmad Zainuri, M.Pd.I, Rabu (1/7).

Baca Juga:  Polda Sumsel Selidiki Penemuan Tulang Belulang Manusia di Kebun Pisang OKU Selatan

Menurut dia, penerapan SKS dapat menjadi alternatif bagi siswa MAN 3 yang berminat masuk kelas akselerasi. Sebagai langkah awal, sudah diadakan pelatihan bagi para guru untuk melaksanakan program terbaru tersebut.

“Dalam workshop K-13 kemarin, beberapa pemateri sudah mensosialisasikan metode pelaksanaan program SKS ini kepada guru MAN 3. Kita sengaja mengundang para pemateri dari luar Palembang yang mumpuni di bidangnya. Salah satunya Kasi Kurikulum Dirjen Penmad Kemenag RI,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Keempat Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang Dimeriahkan dengan Pemutaran Perdana 4 Video Dokumenter Kebudayaan 

Menurutnya, sistem ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki keragaman bakat, minat dan kecerdasan. Sehingga siswa MAN 3 dapat mengikuti proses pendidikan sesuai kemampuan yang mereka miliki.

“Penerapan SKS sama seperti di perguruan tinggi. Siswa dapat mengambil mata pelajaran yang berbeda-beda di setiap semester atau jenjang kelasnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab PALI Dorong Gerakan Sekolah Sehat Hingga Masyarakat

Ia menambahkan, dalam penyelenggaraannya, SKS identik dengan metode moving class. Sehingga memungkinkan setiap siswa mengikuti mata pelajaran yang berbeda-beda.

“Penggunaan sistem ini sangat memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan dalam tempo lebih cepat, yakni satu atau dua tahun,” pungkasnya. O adk

Komentar Anda
Loading...