UIN Raden Fatah Kukuhkan Dua Guru Besar Baru

0
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kini memiliki 41 profesor. Jumlah tersebut bertambah setelah dua guru besar dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (7/10/2026). (BP/ist)

Palembang,BP- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kini memiliki 41 profesor. Jumlah tersebut bertambah setelah dua guru besar dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (7/10/2026).

Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si. dalam bidang kepakaran Sosiologi Islam Jawa dan Prof. Dr. Hj. Fitri Oviyanti, M.Ag. dalam bidang kepakaran Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pengukuhan tersebut tidak hanya menambah jumlah profesor di lingkungan UIN Raden Fatah, tetapi juga menjadi momentum bagi kampus untuk memperkuat tradisi akademik dan pengembangan keilmuan.
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kini memiliki 41 profesor. Jumlah tersebut bertambah setelah dua guru besar dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (7/10/2026). (BP/ist)

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A. mengatakan, capaian 41 guru besar merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Perumnas: Soal Penyewa Tergantung Pemilik
“Pada tahun 2026 ini, alhamdulillah UIN Raden Fatah telah memiliki 41 Guru Besar. Capaian ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus mencerminkan komitmen kuat institusi dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Namun, menurut Muhammad Adil, bertambahnya jumlah profesor tidak boleh berhenti pada angka. Para guru besar diharapkan terus memperkuat kapasitas akademik, mengembangkan tradisi keilmuan, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan, status profesor harus diikuti dengan peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Menjadi Guru Besar bukanlah akhir perjalanan intelektual. Justru, pengukuhan ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat melalui ilmu,” katanya.
Pengukuhan dua guru besar tersebut mengangkat tema “Transformasi Kompetensi Psikosufistik dan Pendidikan Humanistik untuk Keunggulan Generasi Digital.”
Dalam rangkaian sidang, Prof. Fitri Oviyanti menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Model Kompetensi Transformatif Guru Pendidikan Agama Islam: Penguatan Kompetensi Interpersonal dalam Membangun Pendidikan Islam yang Humanis di Era Digital.”
Dalam orasinya, Fitri memaparkan model kompetensi transformatif guru PAI yang mencakup nilai, kompetensi, integrasi, praktik, dan transformasi.
Sementara itu, Prof. Wijaya menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dari Sosiologi Islam Jawa Menuju Sosiologi-Sufistik dan Psikosufistik.”
Orasi tersebut membahas pengembangan teori Sosiologi Islam Jawa serta keseimbangan trilogi dalam pemikiran agama dan sosiologi Islam.
Dua bidang kepakaran tersebut memperlihatkan ruang pengembangan keilmuan yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan pada upaya membaca persoalan masyarakat dan pendidikan dalam konteks perubahan zaman.
Ucapan selamat atas pengukuhan tersebut juga disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. secara daring melalui Zoom Meeting.
“Selamat kepada guru besar yang telah mencapai puncak karier. Ini adalah perjuangan panjang,” katanya.
Amien berharap kehadiran dua profesor tersebut dapat memberikan warna baru dalam pengembangan keilmuan sekaligus membawa dampak positif bagi UIN Raden Fatah Palembang.#udi
Baca Juga:  Kolaborasi Mencapai Zero LTI, PHR Zona 4 Gelar Forum HSSE Mitra Kerja Tahun 2024
Komentar Anda
Loading...