Sekolah Diduga Manfaatkan Perpisahan Untuk Cari Keuntungan

24

 

 

PALI, BP

Cukup memperihatinkan yang terjadi di beberapa Sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), baik Sekolah Menegah Pertama (SMP) maupun Sekolah Mengah Atas (SMA),  meminta persetujuan kepada siswa agar memberikan tanda tangan untuk membayar iuran perpisahan berkisar Rp 25 ribu hinga 60 ribu perkepala.

 

Hal tersebut membuat Siswa dan Wali Murid mengeluh, karena persetujuuan tersebut diangap sepihak, “kami merasa keberatan dengan dibebankanya untuk membayar perpisahan tersebut, apa lagi anak kami masih kelas 2 di mintak persetujuan tanda tangan tanpa persetujuan kami lagi.” Ujar wali murid yang tidak mau meyebutkan namanya.

Baca Juga:  Jembatan di OKU Rusak , Pangdam dan Gubernur Sumsel  Bawa Pasukan Danyon Zipur 2/SG

Sementara itu salah seorang siswa yang masih duduk kelas 1,  merasa terbebani dengan adanya iuran tersebut, “kami diminta tanda tangan om untuk mensetujui membayar uang perpisahan 60 ribu perorang, kami keberatan om apo lagi kami masih kelas 1 kalu kami belum bayar kami ditagih terus” uajranya kepada waartawan.

 

Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Kabupaten PALI  Muliya mengatkan hal tersebut sudah menjadi rutinitas bagi siswa setiap mengahdpai perpisahan, “ini sudah menjadi rutinitas, jadi bagi seluruh siswa selalu membayar uang tersebut, sebelumnya sudah dirapatakan terlebih dalulu untuk masalh tersebut” ucapnya via Telpon.

Baca Juga:  Anis Matta Dukung Jokowi Atasi Dampak Pandemi Covid-19

 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dra Abu Hanipa  mengatakan meminta agar Sekolah tidak terlalu membebankan kepada murid untuk membayar uang perpisahan  “saya memintak agar piahk sekolah tidak telalu membebanakn murid, dan kami akan segera melayangakn surat edaran kepada sekolah se Kabupaten PALI mengnai hal ini” ucapnya.#hab.

Baca Juga:  Tolak Pengesahan Raperda Kota Palembang Tentang RTRW Tahun 2021-2041

 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar Anda
Loading...