BNN Lubuklinggau Dorong Komunikasi Positif untuk Perkuat Ketahanan Keluarga
LUBUKLINGGAU, BP- Pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membangun ketahanan keluarga sekaligus melindungi anak dari pengaruh negatif.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau menggelar kegiatan fasilitasi advokasi pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis keluarga di kantor BNN Kota Lubuklinggau, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) ini diikuti 20 peserta, terdiri dari 10 orang tua dan 10 anak.
Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Muhammad Rizvy Qasweny, SH, MH, menugaskan Tim P2M untuk melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang membahas pentingnya membangun hubungan harmonis serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
Narasumber dari BKKBN, Apilion Joniko, M.Pd, menyampaikan materi kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun hubungan positif dengan orang tua. Hubungan yang baik di dalam keluarga diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mereka untuk berbagi cerita maupun menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Sementara itu, narasumber P4GN, Deny Nofriansyah, M.Si, memberikan pemahaman kepada para orang tua tentang tekanan yang dapat dialami anak. Ia juga membahas pentingnya komunikasi yang tepat agar orang tua mampu memahami kondisi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi anak.
Melalui kegiatan ini, BNN Kota Lubuklinggau berharap orang tua semakin mampu menjalankan perannya dalam mendampingi anak, sementara anak merasa lebih nyaman untuk terbuka kepada keluarga.
Kedekatan emosional, komunikasi yang sehat, dan lingkungan keluarga yang suportif diharapkan dapat menjadi benteng awal dalam melindungi anak dari risiko penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berlangsung aman dan lancar.