Lewat Buku Psikosufistik, Prof Wijaya Dorong Integrasi Ilmu Jiwa dan Spritualitas

0
Guru Besar dan Dosen Tetap UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., meluncurkan buku terbarunya berjudul Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan dalam forum akademik di Aula Lantai IV Gedung Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Jakabering, Rabu (2/9/2026).(BP/udi)

Palembang,BP- Guru Besar dan Dosen Tetap UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., meluncurkan buku terbarunya berjudul Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan di Aula Lantai IV Gedung Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Jakabering, Rabu (2/9/2026).

Hadir Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. H. Muhammad Adil, MA, Ketua PGRI Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, Fachmi Wibowo selaku Manajer PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Amrul Hakim selaku Manajer Unit Pembangkitan Sebalang, dan Dr. H. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala Kantor Kementerian Wilayah Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Prastyo Utomo selaku Vice President O&M Planning and Control II PT PLN Nusantara Power, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, serta jajaran pimpinan  UIN Raden Fatah Palembang., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Abu Mansur, M.Pd.I.
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari forum akademik yang membahas gagasan Psikosufistik sebagai pendekatan integratif dalam memahami manusia, khususnya dalam menghubungkan dimensi kejiwaan, spiritualitas, dan perkembangan peradaban.
Prof. Wijaya menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan intelektual dan spiritual terhadap masih adanya kekosongan pendekatan yang mampu menjembatani persoalan kejiwaan manusia dengan dimensi spiritual sekaligus menjawab kebutuhan transformasi peradaban.
Menurutnya, manusia tidak cukup dipahami hanya dari aspek kesehatan mental, kemampuan berpikir, maupun kondisi jasmani. Ada dimensi spiritual yang juga memiliki peran penting dalam perjalanan manusia menemukan makna kehidupan, kesadaran diri, ketenangan jiwa, hingga hubungan dengan Tuhan.
Melalui gagasan Psikosufistik, Prof. Wijaya menawarkan paradigma keilmuan yang mempertemukan kekayaan tradisi sufistik dengan pendekatan ilmiah dan kontekstual.
“Buku ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan kekayaan tradisi sufistik dengan pendekatan ilmiah dan kontekstual agar tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan manusia modern,” jelas Prof. Wijaya.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat mendorong cara pandang yang lebih utuh terhadap manusia. Menurutnya, manusia merupakan makhluk yang tidak hanya memiliki kemampuan berpikir, tetapi juga memiliki kebutuhan spiritual untuk menemukan makna, kedamaian, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Gagasan tersebut dinilai relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern, mulai dari persoalan kejiwaan, krisis makna hingga kegersangan nilai.
Ketua PGRI Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, mengapresiasi terbitnya buku Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan.
Menurut Riza, gagasan yang ditawarkan Prof. Wijaya merupakan sebuah terobosan dalam pengembangan peradaban dan keilmuan karena berupaya memahami manusia secara lebih menyeluruh.
“Yang paling membanggakan, penulis buku ini adalah Sekretaris Umum PGRI Sumsel, Bapak Prof. Dr. Drs. Wijaya, M.Si. Mudah-mudahan ilmu yang ada pada profesor yang merupakan pengurus kita di PGRI Provinsi Sumatera Selatan ini nantinya dapat dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan untuk guru kita di Sumatera Selatan,” ujar Riza.
Ia menilai pendekatan Psikosufistik memiliki relevansi dengan kondisi manusia modern yang menghadapi berbagai persoalan kejiwaan, krisis makna dan kegersangan nilai.
“Manusia modern menghadapi berbagai persoalan kejiwaan, krisis makna dan kegersangan nilai. Karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya melihat manusia dari sisi akal dan jasmani, tetapi juga memperhatikan jiwa dan ruhnya,” katanya.
Riza berharap buku tersebut tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam pengembangan kapasitas guru di Sumatera Selatan.
“Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Tadi sudah saya baca, isinya bagus sekali,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang juga menerima bantuan beasiswa dari PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam.
Beasiswa diberikan kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (Fushpi) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.
Pada tahap awal, beasiswa tersebut diberikan kepada 50 mahasiswa selama tujuh semester.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. H. Muhammad Adil, MA., menyambut baik dukungan tersebut. Ia berharap jumlah penerima beasiswa dapat terus bertambah pada masa mendatang.
“Kalau sekarang bantuan beasiswa berjumlah 50, besok-besok bisa tambah lagi,” ungkapnya.
Selain peluncuran buku dan pemberian beasiswa, UIN Raden Fatah Palembang juga memperkuat kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama.
Kerja sama tersebut dilakukan bersama PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, PT PLN Nusantara Power UP Sebalang, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan itu, UIN Raden Fatah menandatangani MoU dengan PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, PLN Nusantara Power UP Sebalang dan Kanwil Kemenag Sumsel.
Sementara itu, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menandatangani MoA dengan Kanwil Kemenag Sumsel dan PT PLN Nusantara Power UP Sebalang.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. H. Muhammad Adil, MA., dan Dekan Fushpi Dr. Abu Mansur, M.Pd.I., bersama Fachmi Wibowo selaku Manajer PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Amrul Hakim selaku Manajer Unit Pembangkitan Sebalang, serta Dr. H. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan.
Penandatanganan tersebut disaksikan Vice President O&M Planning and Control II PT PLN Nusantara Power Agus Prastyo Utomo, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III serta jajaran pimpinan lainnya.
Kerja sama dengan PLN Nusantara Power mencakup penguatan Tridarma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sejumlah program yang disiapkan antara lain Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), pengabdian kepada masyarakat, pelatihan imam dan khatib, pelatihan penyelenggaraan pemakaman serta dukungan beasiswa mahasiswa.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Muhammad Adil, mengatakan kerja sama dengan PLN Nusantara Power masih terbuka untuk dikembangkan ke berbagai fakultas dan program studi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan masyarakat.
Sementara itu, Vice President O&M Planning and Control II PLN Nusantara Power, Agus Prastyo Utomo, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan akses dan pemerataan pendidikan.
“Program beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PLN Nusantara Power terhadap peningkatan akses dan pemerataan pendidikan,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga jumlah mahasiswa yang memperoleh dukungan pendidikan semakin bertambah.
“Kita dengar ada 50 mahasiswa yang dibantu untuk diberikan beasiswa selama tujuh semester pada tahap awal ini. Mudah-mudahan dari penjelasan PT PLN tadi jumlahnya akan bertambah lagi,” ujarnya.
Ketua PGRI Sumsel Riza Fahlevi turut mengapresiasi kepedulian PLN Nusantara Power terhadap dunia pendidikan.
“Kami terutama dari organisasi PGRI, dan saya juga sebagai orang pendidikan, betul-betul bangga. Ada BUMN yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan,” katanya.#udi

Baca Juga:  Bendel Hakiki Untuk Kesultanan Palembang Darussalam 
Komentar Anda
Loading...