
Palembang,BP- Konferensi Kerja Provinsi I (Konkerprov I) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan berlangsung pada 18–20 Juni 2026 di Wyndham OPI Hotel, Palembang.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel , Drs. H. Arinarsa didampingi Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI, Dra. Dian Mahsunah, M.Pd, Ketua PGRI Sumsel Prof. Dr. Bukman Lian dan jajaran, pengurus PGRI Sumsel kabupaten kota di Sumsel, serta jajaran forkompinda Sumsel, Jumat (19/6/2026).
Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI, Dra. Dian Mahsunah, M.Pd., mengatakan bahwa konferensi kerja merupakan agenda penting organisasi setelah pelaksanaan kongres. Menurutnya, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh jajaran PGRI.
“Melalui konferensi kerja ini, kami ingin terus menjaga kekompakan organisasi. PGRI harus tetap solid dan solider, saling membantu, serta mengedepankan semangat kekeluargaan dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya usai acara Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi, PGRI selalu menjalankan seluruh mekanisme organisasi sesuai dengan konstitusi dan aturan yang berlaku. Berbagai dinamika yang muncul di tubuh organisasi, menurutnya, harus disikapi secara bijaksana dengan tetap berpedoman pada aturan organisasi.
Dian juga menegaskan bahwa Kongres PGRI merupakan forum tertinggi dalam organisasi. Kongres terakhir telah dilaksanakan pada tahun 2024 dengan melibatkan perwakilan anggota dari seluruh provinsi di Indonesia untuk memilih kepengurusan PB PGRI.
“Semua proses organisasi telah diatur secara jelas dalam konstitusi PGRI, mulai dari tingkat cabang hingga kongres sebagai forum tertinggi organisasi. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus diselesaikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.
Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Lukman Haris, mengatakan Konkerprov I merupakan agenda tahunan organisasi yang wajib dilaksanakan mulai dari tingkat nasional hingga kecamatan.
“Agenda utama konferensi ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025, menyusun program kerja tahun 2026, serta merumuskan pernyataan sikap terkait kondisi pendidikan dan organisasi di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Menurut Lukman, Konkerprov I tahun ini dihadiri perwakilan dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Sebanyak 110 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Kamis malam dengan berbagai sidang organisasi, mulai dari sidang tata tertib, laporan pertanggungjawaban, hingga penyampaian pandangan umum dari daerah.
“Dari laporan dan pandangan umum yang disampaikan peserta, banyak informasi terkait kondisi organisasi dan pendidikan di daerah masing-masing yang menjadi bahan evaluasi bersama,” katanya.
Lukman juga menyoroti dinamika yang terjadi di tubuh organisasi, termasuk munculnya dualisme kepengurusan yang dinilai dapat menimbulkan kebingungan di kalangan anggota maupun masyarakat.
“Yang kami khawatirkan adalah munculnya kebingungan di kalangan guru dan masyarakat. Bagi mereka yang memahami hukum organisasi tentu bisa membedakan, tetapi bagi sebagian besar anggota dan masyarakat awam kondisi ini dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi saat ini masih berkaitan dengan proses hukum yang berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Karena itu, PGRI Sumsel mengajak seluruh anggota untuk tetap berpegang pada aturan organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar.
“Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi,” tegasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel Drs. H. Arinarsa, yang menyampaikan harapannya agar Konkerprov I PGRI Sumsel dapat berjalan dengan aman, lancar, dan menghasilkan program kerja yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan.
Arinarsa menegaskan bahwa hasil konferensi kerja ini diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi dan program strategis yang mendukung pembangunan di bidang pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan secara umum.#udi