Hadiri 40 Hari Wafatnya Alex Noerdin di Masjid Raya Takwa, Antusias Ratusan Warga Sumsel Untuk Hadir Tak Terbendung

53
Ratusan orang dari berbagai kalangan di seluruh Sumsel menghadiri acara Mengenang 40 hari wafatnya H Alex Noerdin Bin H.M Noerdin Pandji di Masjid Raya Taqwa Palembang , Minggu (5/4/2026).(BP/ist)

Palembang,BP- Ratusan orang dari berbagai kalangan di seluruh Sumatera Selatan (Sumsel) menghadiri acara Mengenang 40 hari wafatnya mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin Bin H.M Noerdin Pandji di Masjid Raya Taqwa Palembang , Minggu (5/4/2026).

Hadir diantaranya keluarga besar almarhum H Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Dandrem Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., anggota DPR RI Erwin Aksa, penceramah nasional Ustadz Das’ad Latif, sejumlah anggota DPRD Sumsel dan kabupaten kota, perwakilan partai politik dan ormas dan tokoh agama di Sumsel dan masyarakat umum.

Istri almarhum H Alex Noerdin , Hj Eliza Alex berterima kasih dan terharu karena masih banyak orang mengenal H Alex Noerdin .

“ Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat sudah bersimpati, sudah menunjukkan cinta dan sayangnya dengan pak Alex, kami juga sekeluarga besar kumpul semua, anak-anak, anak cucu dan keluarga , kakak adik semua ada,”katanya.

Menurut Eliza , dia melihat sebelum jam 7 pagi masyarakat sudah ramai berkumpul di Masjid Raya Takwa, Palembang guna mengikuti acara mengenang 40 hari wafatnya H Alex Noerdin Bin H.M Noerdin Pandji.

“ Alhamdulilah antusiasnya luar biasa,”katanya.
Sedangkan putra tertua almarhum H Alex Noerdin, H Dodi Reza Alex mengaku tidak mengira masyarakat Sumsel terutama kota Palembang ternyata memang belum bisa melupakan sosok H Alex Noerdin .

“ Kalau bahasa anak muda sekarang belum bisa move on , jadi salah satu yang memang mereka ingin hadir untuk mendoakan almarhum dan kami sebagai keluarga besar , tentu melihat hal seperti ini, sangat terharu dan mohon maaf , ajang ini menjadi ajang silaturahmi antara keluarga besar dengan masyarakat, jadi kami mohon maaf kalau almarhum ada kesalahan dan berterima kasih atas segala apa yang diperbuat untuk ayahanda selama ini ,”katanya.

Baca Juga:  SMKN 5 Buka Prodi Pertelevisian dan ‘Broadcasting’

Dodi berharap acara ini menjadi penyambung silaturahmi antara keluarga besar dengan masyarakat yang mencintai almarhum .

Kegiatan ini menurut Dodi di selenggarakan di Masjid Raya Takwa lantaran Masjid Raya Takwa memiliki kultur histori yang sangat melekat dengan H Alex Noerdin.

“ Selain memang kami dari dulu jemaat disini, “ katanya.

Kemudian pada saat H Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumsel , banyak kontribusinya untuk Masjid Raya Takwa termasuk rehabilitasi, revitalisasi , ada penambahan kubah dan lain sebagainya .

“ Karena masjid ini khan masjid Pemprov, Masjid Raya Takwa, yang memang masjid kebangaan kita dari dulu,”katanya.

Dan setiap ada acara yang berhubungan dengan keagamaan dari keluarganya menurut Dodi diadakan di Masjid Raya Takwa , salah satunya saat 23 tahun yang lalu adiknya Akendra meninggal dunia di shalatkan di Masjid Raya Takwa.

“ Kemarin almarhum pak Alex tadinya rencana kami karena dekat dengan rumah di Jalan Merdeka, akan di shalatkan di Masjid Raya Takwa tetapi atas permintaan masyarakat untuk yang lebih besar akhirnya di shalatkan di Masjid Agung, oleh karena itu sekarang giliran Masjid Raya Takwa dan kebetulan memang ada penceramah ustad Das’ad Latif yang kami ingin semua bisa mendengar dakwah dari beliau, kalau di adakan di rumah kediaman khan terbatas, tempat juga mungkin akan terbatas sehinggatidak bisa mendengarkan dakwah dari ustad nasional kita,”katanya.

Baca Juga:  The Zuri Hotel Palembang Hadirkan Oleh-Oleh Khas Palembang

Sedangkan putri almarhum H Alex Noerdin , Hj Lury Elza Alex mengatakan, kegiatan ini di pusatkan di Masjid Raya Takwa lantaran masjid ini sejak dulu mendapatkan perhatian yang besar dari H Alex Noerdin sehingga Pemprov melakukan rehab untuk masjid ini.

“ Dan memadai lingkungannya mengingat begitu banyaknya yang antusias datang ke 40 Hari wafatnya H Alex Noerdin Bin H.M Noerdin Pandji dan kami sangat berterima kasih kembali, pada masyarakat , tadinya undangan ini terbatas saja kepada sanak keluarga dan teman-teman terdekat ternyata di luar ekspektasi banyak dari kabupaten kota yang datang, jadi kami penyiapkan kembali nasi kotak lebih dari 1000 untuk di bagi-baikan juga ,” katanya.

Namun pada dasarnya menurut Lury, 40 hari wafatnya H Alex Noerdin , sebagai pengingat bahwa roh telah kembali kealam barzah .

“ Dan kami mohon doanya untuk ayahanda, bapak H Alex Noerdin agar dimaafkan segala dosa-dosanya , khilafnya mungkin selama 10 tahun bapak menjabat banyak khilaf dan ini salah satu yang membuat kami terharu, karena masih banyak doa yang masih terus mengalir lewat sosial media , mereka yang pernah tertolong program sekolah dan berobat gratis semoga menjadi amal jariah bapak,”kata anggota DPRD Sumsel ini.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang berdoa agar amal ibadah H Alex Noerdin dapat di terima oleh Allah SWT.

H Alex Noerdin menurutnya adalah tokoh Sumsel yang visionernya bagus dan kepemimpinannya bagus dan sudah terbukti.

Baca Juga:  Besok, Tes USM Unsri Digelar Serentak

“ Karena Sumsel saat dipimpin beliau sangat maju termasuk olahraga nasional dan internasional ada di Sumsel,”katanya.

Ustadz Das’ad Latif dalam ceramahnya menjelaskan mengenai kematian sebagai pengingat bagi manusia agar lebih bijak dalam menjalani kehidupan.

Ia menegaskan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti, namun cara manusia menyikapinya sangat menentukan makna hidup itu sendiri.
Ia menekankan bahwa kematian bukanlah jalan keluar dari persoalan hidup, melainkan sesuatu yang sudah menjadi ketetapan Tuhan dan tidak boleh disegerakan oleh manusia.
Menurutnya, setiap ujian yang dihadapi dalam hidup sejatinya masih berada dalam batas kemampuan manusia. Karena itu, menghadapi kesulitan dengan kesabaran jauh lebih baik daripada memilih jalan pintas yang justru membawa kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Ustadz Das’ad juga mengingatkan bahwa kematian bisa datang kapan saja, tanpa mengenal usia, jabatan, atau kondisi seseorang. Kesadaran akan hal ini seharusnya mendorong setiap individu untuk mempersiapkan diri dengan memperbaiki amal dan menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menegaskan bahwa hidup selalu memberikan pilihan. Ketika seseorang menghadapi kegagalan atau tekanan, masih ada kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki keadaan. Selama masih hidup, pintu perubahan selalu terbuka.

Melalui ceramah tersebut, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya mengingat kematian sebagai akhir kehidupan, tetapi juga sebagai pengingat agar menjalani hidup dengan lebih bermakna, penuh kesabaran, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai ujian.#udi

Komentar Anda
Loading...