Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Akbar di OKU Timur, Herman Deru Kenang Sejarah Lebak Rejo

9

OKU Timur,BP–  Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Lebak Rejo, Desa Pelita Jaya, Kabupaten OKU Timur, dalam rangka Pengajian Akbar dan Haul Para Ulama, Sabtu (31/1/2026). Gubernur Sumatera Selatan Dr.. H. Herman Deru turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pengajian akbar tersebut dirangkaikan dengan peringatan Sulthon Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani RA dan sejumlah haul ulama lainnya, serta Harlah Manaqib Jawahirul Ma’ani.

Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang telah lama menjadikan pesantren tersebut sebagai pusat kegiatan dakwah.

Baca Juga:  FUPK Sumsel  Sampaikan Tujuh Tuntutan ke DPRD , Sebut Pemerintahan Salah Urus

Dalam sambutannya, Herman Deru mengenang pengalamannya dua dekade lalu saat mengikuti manaqiban di lokasi yang sama.
“Dua puluh tahun lalu saya duduk bersama jamaah di tempat ini. Hari ini saya kembali melihat perkembangan luar biasa pesantren ini,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan pesantren menjaga eksistensinya tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus dirawat.

Baca Juga:  Unggul 4-3, Sriwijaya FC Curi Tiga Poin di Kandang Bali United

Menurutnya, Pesantren Darussalam Lebak Rejo memiliki sejarah panjang yang berjalan seiring dengan lahirnya Kabupaten OKU Timur.

Gubernur juga mengapresiasi pengembangan pendidikan formal di lingkungan pesantren yang kini memiliki jenjang SMP dan SMA.

“Semoga ke depan dapat berdiri perguruan tinggi agar kontribusinya semakin luas bagi Sumsel,” harapnya.

Selain itu, Herman Deru menekankan pentingnya pesantren dalam membangun generasi berakhlak dan berintegritas.

Baca Juga:  Pelaku Pembobol Rumah di Palembang dengan Modus Memulung Ditembak Polisi

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, menjelaskan bahwa haul merupakan momentum mengenang jasa para ulama.

“Haul adalah sarana mengingat keteladanan dan pengabdian para ulama agar nilai-nilainya terus hidup dalam kehidupan kita,” jelasnya.

Acara berlangsung penuh kekhusyukan dengan rangkaian dzikir, tausiyah, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan pesantren.#udi

Komentar Anda
Loading...