Masyarakat dan Media Harus ikut Dukung Viralkan Tanjung Carat

13
Asisten 1 Pemprov Sumsel Apriyadi saat menerima Hadi Prayogo, Kemas Khoirul Mukhlis dan Tri Yulia Vera, di ruang kerjanya. (BP/ist)

Palembang,BP- Pelabuhan Tanjung Carat adalah mimpi masyarakat Sumsel yang sudah
diperjuangkan untuk dibangun puluhan tahun yang lalu. Bahkan beberapa gubernur yang
pernah memimpin Sumsel berupaya agar terealisasi, termasuk Gubernur Sumsel Herman
Deru yang sangat konsen dengan pembangunan pelabuhan samudera ini.

Namun disayangkan gaung pembangunan proyek prestisius dan bisa membuat Sumsel
Quantum Leap atau mengalami lompatan jauh ke depan dalam pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi, selama ini hanya ramai jadi pembicaraan di pemerintahan namun
kurang gaungnya di masyarakat, media dan kalangan akademisi.

“Bagus jika masyarakat juga media meramaikan rencana pembangunan pelabuhan Tanjung
Carat ini. “Coba disimak di internet (maksudnya via googling) dan lainnya yang membahas
Tanjung Carat hanya pemerintah, pusat maupun daerah. Belum ada dari masyarakat maupun
inisiatif dari media massa itu sendiri,” kata Asisten 1 bidang pemerintahan dan kesejahteraan
rakyat Pemprov Sumsel Apriyadi, pekan lalu.

Baca Juga:  Selamat Pendidikan, Apresiasi Keputusan Menteri Kemendikbud-ristek

Hal itu dikemukakan saat menerima Ketua Bakti Persada Masyarakat Sumatera
Selatan (BPMSS) Hadi Prayogo, bendahara BPMSS Tri Yulia Vera yang didampingi salah
satu anggota TGUPP (Tim Guburnur Untuk Percepatan Pembangunan) Kemas Khoirul
Mukhlis. Kehadiran mereka menemui Apriyadi adalah untuk melaporkan niat BPMSS
menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait pembangunan pelabuhan Tanjung
Carat. Sebelum bertemu Apriyadi, pengurus teras BPMSS yang memiliki keistimewaan
anggota Dewan Pakar nya terdiri dari profesor, doktor dan magister dari berbagai disiplin
ilmu, menemui Tim Percepatan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

Apriyadi menyambut baik karena FGD tersebut adalah bentuk apresiasi dan perhatian
masyarakat untuk mempercepat pembangunan samudera yang terletak di Kabupaten
Banyuasin tersebut. “Iya coba kalau dilihat belum ada yang viral untuk Tanjung Carat ini.

Padahal proyek ini adalah mimpi kita bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Media
pun seharusnya juga membuat tema-tema Tanjung Carat ini,” katanya kepada Hadi Prayogo
yang juga dikenal sebagai wartawan senior, mantan Direktur Sriwijaya Post (grup Tribun
Network), juga sempat memimpin Tribun Sumsel, Tribun Lampung dan Tribun Batam.
Sekarang bergabung di Detiksumsel.com.

Baca Juga:  Siap Amankan Kawasan Hutan Lindung

Hadi Prayogo pun berjanji akan ikut mengkampanyekan Tanjung Carat ini diawali
dengan menawarkan penyelenggaraan FGD dengan tema Harmonisasi Peraturan Daerah
(Perda) Pemprov Sumsel, Pemkab Banyuasin dan Pemkot Palembang dalam Mendukung
Pembangunan dan Optimalisasi Pelabuhan Tanjung Carat.

“FGD ini rencananya selain
melibatkan narasumber dari pemerintah, juga akademisi, tokoh masyarakat dan anggota
dewan pakar BPMSS,” jelasnya. Mengapa dipilih harmonisasi di tiga pemerintah daerah
tersebut, karena ketiga sangat terkait dengan proyek pelabuhan Tanjung Carat sehingga perda
di tiga daerah tersebut harus harmonis dan tidak tumpeng tindih apalagi berlawanan,” katanya.

Seperti diberitakan Gubernur Herman Deru memastikan realisasi pembangunan
Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek strategis nasional (PSN) tersebut akan memasuki tahap
ground breaking pada awal 2026. Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Carat merupakan salah
satu proyek infrastruktur penting yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel,
khususnya di sektor logistik, perdagangan, dan industri.

Baca Juga:  Tempat Persemayaman Jenazah Romi Herton Telah Siap

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sudah menjadi prioritas. Kita pastikan ground
breaking akan dilakukan pada awal 2026. Saat ini berbagai persiapan terus dimatangkan. Dia
menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin nantinya akan
menjadi pelabuhan samudera yang mampu melayani kapal-kapal besar. Hal ini diharapkan
dapat mengurangi ketergantungan distribusi barang melalui pelabuhan di provinsi lain dan
menekan biaya logistik.

“Kita siapkan dulu pelabuhannya untuk bisa mengakomodir pengembangan KEK di
wilayah Tanjung Carat,” katanya. Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjut Deru, terus
berkoordinasi dengan kementerian terkait, investor, serta pihak-pihak pendukung lainnya
agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku.#udi

Komentar Anda
Loading...