PDLH XI Digelar di Palembang , Walhi  Sumsel Tegaskan Penguatan Rakyat dan Regenerasi Gerakan Lingkungan

23
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) ke-11 Provinsi Sumsel Tahun 2026, Selasa (13/1/2026), di Hotel Swarnadwipa, Palembang. (BP/udi)

Palembang  BP– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) ke-11 Provinsi Sumsel Tahun 2026, Selasa (13/1/2026), di Hotel Swarnadwipa, Palembang.

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi penting bagi gerakan lingkungan hidup di Sumatera Selatan dalam menghadapi krisis ekologis yang kian memburuk.

PDLH XI Walhi Sumsel dihadiri diantaranya Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Deva Octavianus Coriz, Direktur Eksekutif Nasional Walhi Boy Jerry Even Sembiring, Dewan Nasional Walhi Rustandi Adriansyah , Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumsel Yuliusman, serta Ketua Dewan Daerah Walhi Sumsel Yudi Fahrian, bersama perwakilan organisasi masyarakat sipil dan pemerhati lingkungan.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi Boy Jerry Even Sembiring menegaskan bahwa PDLH bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan rakyat dan merumuskan arah perjuangan lingkungan ke depan.

Menurut Boy, kondisi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan situasi yang semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan pelemahan demokrasi, menguatnya pendekatan represif, serta dominasi kepentingan investasi yang kerap mengorbankan lingkungan hidup dan hak-hak rakyat.

Baca Juga:  OPD seharusnya Jalankan Tupoksi

“Kita melihat bagaimana kepentingan ekonomi dan investasi sering kali mengambil alih ruang-ruang hidup masyarakat, menghancurkan lingkungan, dan memisahkan rakyat dari tanah serta sumber kehidupannya,” ujar Boy.

Ia menekankan bahwa kerja-kerja advokasi, kampanye, dan pendampingan masyarakat ke depan harus dilakukan dengan pengetahuan yang lebih kuat, konsolidasi yang lebih rapi, serta sinergi antara Walhi nasional dan daerah.

Boy juga menegaskan bahwa Walhi bukan organisasi yang anti-pemerintah. Namun, Walhi akan tetap bersikap kritis apabila kebijakan yang diambil tidak berpihak pada kepentingan kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.

“Walhi tidak menakutkan bagi pemerintah yang bekerja dengan benar. Kami siap berkolaborasi, tetapi tetap menjaga sikap kritis ketika kebijakan justru merusak lingkungan dan merugikan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Boy memberikan apresiasi terhadap proses regenerasi kepemimpinan di Walhi Sumsel yang dinilainya berjalan sesuai dengan tradisi organisasi. Ia menyebut regenerasi sebagai bagian penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan lingkungan.

Baca Juga:  Masyarakat Diimbau Manfaatkan Rumah Singgah

“Memimpin gerakan ada masanya. Setelah itu, kita kembali menjadi rakyat biasa, tetapi perjuangan untuk menyelamatkan lingkungan harus terus berjalan,” katanya.

Sementara itu, Dewan Nasional Walhi Rustandi Adriansyah PDLH XI sebagai momentum penting untuk menjaga konsistensi gerakan lingkungan di tengah kuatnya tekanan kapitalisme global dan eksploitasi sumber daya alam.#udi

Menurutnya, para pemimpin daerah harus mampu memahami dan memperjuangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, sesuai amanat konstitusi, serta melindungi nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.

“Krisis ekologis yang kita hadapi hari ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keadilan, hak rakyat, dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang kuat dan profesional sebagai modal utama dalam melakukan advokasi dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak konflik sumber daya alam.

Baca Juga:  DPR Berusaha Jadikan Jasa Konstruksi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Staf Ahli Gubernur Sumsel Deva Octavianus Coriz menyampaikan sambutan Gubernur Sumsel melihat krisis lingkungan hidup merupakan tantangan global yang membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi lingkungan, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim telah memicu peningkatan suhu global, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, demi keberlanjutan pembangunan dan kualitas hidup generasi sekarang maupun yang akan datang,” katanya.

Deva berharap PDLH XI Walhi Sumsel dapat melahirkan rekomendasi dan strategi yang memperkuat upaya perlindungan lingkungan hidup serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan penampilan musik bertema lingkungan dan budaya yang dibawakan oleh Jemi Delvian, vokalis Hutan Tropis.

Komentar Anda
Loading...