
Palembang BP- Tahun 2025 menjadi momentum penuh pembelajaran dan refleksi bagi Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI. Tahun ini ia maknai sebagai perjalanan panjang pengabdian yang dijalani dengan keteguhan, kesabaran, dan tanggung jawab besar.
Ia menuturkan, 2025 mengajarkan banyak hal tentang perjuangan yang kerap berjalan dalam diam, tentang bangkit secara perlahan, serta bertahan di tengah kelelahan yang datang tanpa aba-aba. Berbagai keputusan sulit harus diambil, amanah besar harus dijaga, dan suara rakyat tetap menjadi komitmen utama untuk diperjuangkan.
“Melayani bukan tentang terlihat, tetapi tentang tetap berdiri ketika tanggung jawab memanggil,” ujarnya.
Sebagai pimpinan organisasi kebangsaan dan unsur pimpinan legislatif daerah, ia mengaku semakin memahami bahwa pengabdian menuntut keikhlasan, konsistensi, dan keberanian untuk terus hadir di tengah masyarakat, apa pun tantangannya.
Memasuki tahun 2026, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan harapan dan komitmen baru. Menurutnya, pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka, melainkan kesempatan untuk melangkah lebih jujur, bekerja lebih sungguh-sungguh, serta memperkuat kedekatan dengan rakyat.
“Perjuangan belum selesai dan jalan masih panjang. Namun semangat kebangsaan dan kepercayaan rakyat adalah bahan bakar utama untuk terus melangkah maju,” katanya.
Ia pun menutup refleksinya dengan pesan optimisme untuk masa depan daerah.
“Selamat Tahun Baru 2026. Semoga tahun ini menjadi ruang lahirnya persatuan, kekuatan, dan kerja nyata demi Sumatera Selatan dan Kabupaten PALI yang lebih baik,” pungkasnya.#udi