Refleksi Akhir Tahun 2025, DPW PGK Sumsel Perkuat Konsolidasi dan Tegaskan Peran Gerakan Kebangsaan

12
Firdaus Hasbullah SH MH (BP/ist)

Palembang,BP- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmennya untuk mengambil peran yang lebih kuat dan nyata dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan sosial, politik, dan kebangsaan di Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025. Sepanjang tahun ini, PGK Sumsel telah memperluas sayap perjuangannya melalui pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PGK di sejumlah kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Lahat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kabupaten Banyuasin.

Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH, mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengukuhkan kepengurusan DPD PGK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 7 Januari 2026, serta Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada 10 Januari 2026.

Baca Juga:  Ini Pengakuan Ibu Balita yang Tewas di Aniaya Ayah Tirinya

“Bagi kami, konsolidasi organisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Penguatan struktur kepengurusan, disiplin organisasi, dan kesamaan arah gerakan menjadi fokus utama agar PGK hadir sebagai organisasi yang solid, berdaya, dan berpengaruh,” ujar Firdaus, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, tahun 2025 menjadi fase penting bagi PGK Sumsel untuk menata kekuatan internal sebagai bekal menghadapi dinamika nasional yang semakin kompleks.

Selama tahun 2025, DPW PGK Sumsel juga secara kritis menyoroti berbagai isu kebangsaan krusial, mulai dari melemahnya semangat persatuan, meningkatnya polarisasi politik, ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila, hingga ketimpangan sosial dan ekonomi yang berpotensi memicu konflik horizontal.

Baca Juga:  Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi  Perolehan Suara di KPU Sumsel di Gelar

Firdaus menilai saat ini terdapat kecenderungan pragmatisme politik serta menurunnya etika kebangsaan. Oleh karena itu, PGK hadir untuk mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan semata oleh kekuasaan, melainkan oleh nilai-nilai luhur dan keberanian moral.

“Menatap tahun 2026, PGK Sumsel ingin terus menegaskan peran strategisnya sebagai kekuatan moral dan gerakan kebangsaan yang independen, kritis, dan solutif,” tegasnya.

Ia menambahkan, PGK akan memperkuat fungsinya sebagai ruang konsolidasi elemen masyarakat, pusat edukasi kebangsaan, serta mitra strategis yang berani memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan publik yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga:  Gubernur Gorontalo Takterima Risma Marahi Pegawainya

“PGK tidak akan menjadi penonton. Tahun depan kami akan lebih aktif, lebih vokal, dan lebih terukur dalam menjalankan gerakan kebangsaan. Kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun politik sesaat,” katanya.

Di akhir pernyataannya, DPW PGK Sumsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan untuk terus memperkuat persatuan, menolak politik adu domba, serta bersama-sama menjaga Indonesia tetap berada di jalur kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.#udi

Komentar Anda
Loading...