Galang Donasi, Walhi Sumsel  dan Rekan Ajak Masyarakat Bantu Korban Bencana Ekologis di Tiga Provinsi di  Sumatra

102
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)
Sumatera Selatan (Sumsel) bersama rekan  menggalang donasi bagi korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Penggalangan ini berlangsung dalam kegiatan “Doa, Harapan, dan Ekspresi Musibah
Ekologis untuk Sumatra” yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Puisi, Sabtu (20/12/2025) di kawasan Kambang Iwak Palembang.(BP/ist)

Palembang, BP- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama rekan seperti Sahabat Walhi  Sumsel, Himpala Dharmapala Chakti Universitas Palembang, BEM Fakultas Pertanian Universitas Palembang dan Hima Sylva Universitas Muhammadiyah Palembang , Serta Lembaga Anggota Walhi menggalang donasi bagi korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Penggalangan ini berlangsung dalam kegiatan “Doa, Harapan, dan Ekspresi Musibah
Ekologis untuk Sumatra” yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Puisi, Sabtu (20/12/2025) di kawasan Kambang Iwak Palembang.
Dalam kegiatan tersebut, Walhi Sumsel dan Lembaga Anggota membuka penggalangan donasi uang dan pakaian layak pakai untuk masyarakat terdampak. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada warga terdampak bencana ekologis di Aceh, Sumatera Barat, dan
Sumatera Utara guna meringankan beban korban serta memperkuat solidaritas sosial.
Ketua Walhi Sumsel Yuliusman menilai bahwa rangkaian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air merupakan dampak langsung dari kerusakan ekosistem yang masif dan sistematis.
“Deforestasi, alih fungsi kawasan hutan, pembukaan lahan skala besar, serta ekspansi
industri ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan monokultur telah melemahkan
daya dukung dan daya tampung lingkungan,” katanya.
Selain itu, Walhi  mencatat lemahnya penegakan hukum lingkungan dan pembiaran
terhadap pelanggaran tata ruang memperparah risiko bencana.
“Ruang-ruang resapan air menyusut, daerah aliran sungai rusak, dan masyarakat yang tinggal di wilayah rentan menjadi pihak paling terdampak. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana ekologis adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang tidak berpihak pada keselamatan lingkungan dan rakyat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Koalisi Masyarakat Puisi dan Walhi Sumsel mengajak masyarakat
tidak hanya menunjukkan empati, tetapi juga menyadari akar persoalan bencana ekologis
serta mendorong perubahan kebijakan menuju pengelolaan lingkungan yang adil, berkelanjutan, dan berbasis perlindungan ruang hidup.
“Kegiatan ini mengingatkan bahwa di balik bencana terdapat manusia, ruang hidup, dan
masa depan yang terancam. Doa, puisi, dan solidaritas menjadi cara kami menyuarakan
kepedulian terhadap krisis ekologis,” demikian pernyataan bersama Koalisi Masyarakat Puisi
dan Walhi Sumsel.
Walhi Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dengan hadir

langsung, menyumbangkan pakaian layak pakai, atau berdonasi sebagai bentuk solidaritas bagi Sumatera.#udi

Baca Juga:  Dengan Perbedaan Bangsa Indonesia Menjadi Bangsa Yang Besar, Kuat Dan Solid
Komentar Anda
Loading...