Pertama di Indonesia, Sumsel Lakukan  Ekspor Lewat Aplikasi Go-Export

42
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi meluncurkan aplikasi Go-Export sekaligus melakukan pelepasan ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan pada Senin (15/12/2015). Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Boom Baru Palembang dan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean, Kepala Balai Karantina Sumsel drh. Sri Endah Ekandari, M.Si serta jajaran instansi terkait.(BP/udi)

Palembang, BP- Pertama di Indonesia , Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi meluncurkan aplikasi Go-Export sekaligus melakukan pelepasan ekspor komoditas unggulan Sumsel  pada Senin (15/12/2025) .

Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Boom Baru Palembang dan dihadiri oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean, Kepala Balai Karantina Sumsel drh. Sri Endah Ekandari, M.Si serta jajaran instansi terkait.
Gubernur Sumsel  H. Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Karantina Indonesia, Balai Karantina Sumatera Selatan, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat atas peluncuran aplikasi tersebut yang pertama di terapkan di Indonesia.

 

Gubernur tidak keberatan kalau aplikasi nantinya dipergunakan provinsi lain di Indonesia dimana aplikasi ini dibuat mahasiswa Universitas MDP Palembang.

Menurut Gubernur, peluncuran aplikasi Go-Export bukan sekadar menghadirkan sebuah platform digital, tetapi juga membawa semangat besar dalam mendorong ekspor daerah.
Aplikasi ini dinilai mampu mengintegrasikan berbagai data ekspor yang selama ini terpisah-pisah, sehingga memberikan kejelasan asal komoditas, kualitas, hingga ketelusuran produk ekspor dari Sumatera Selatan.
“Go-Export ini bukan hanya soal aplikasinya, tetapi spirit ekspor yang luar biasa. Dengan sistem yang terintegrasi, para eksportir dan pelaku usaha akan lebih percaya diri, karena data komoditas Sumatera Selatan tercatat jelas dan dapat ditelusuri,” ujar Herman Deru.
Ia menambahkan, selama ini masih banyak komoditas asal Sumatera Selatan yang tercatat melalui pelabuhan atau provinsi lain.
Dengan hadirnya Go-Export, data ekspor dapat terintegrasi langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan, sehingga berdampak positif terhadap pengakuan daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean menjelaskan bahwa aplikasi Go-Export menjadi solusi penting dalam mencatat asal-usul komoditas secara akurat.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini banyak produk Sumatera Selatan yang secara nasional tercatat berasal dari provinsi lain, seperti Lampung, sehingga menyulitkan pengembangan potensi daerah.
“Dengan sistem ini, kita bisa memastikan bahwa setiap komoditas ekspor tercatat jelas berasal dari daerah mana. Ini penting, karena pasar internasional juga ingin mengetahui asal produk yang mereka konsumsi,” jelas Sahat.
Ia menegaskan bahwa melalui Go-Export, seluruh proses ekspor akan memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, mulai dari karantina, kualitas, hingga keamanan produk. Ke depan, Sumatera Selatan juga direncanakan menjadi pusat informasi komoditas, tempat bertemunya eksportir, investor, dan trader dari dalam maupun luar negeri.
“Kita ingin semua komoditas Sumatera Selatan terdata dengan baik, mulai dari kopi, perikanan, peternakan, hingga perkebunan. Investor bisa datang langsung, kita jelaskan potensi, musim panen, dan kapasitas produksinya,” tambahnya.
Kepala Balai Karantina Sumsel drh. Sri Endah Ekandari, M.Si menjelaskan bahwa aplikasi Go-Export merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sumatera Selatan dalam rangka meningkatkan pelayanan ekspor berbasis digital.
Aplikasi ini memuat sistem ketelusuran terintegrasi berbasis barcode, yang mencakup identitas eksportir, asal bahan baku, lokasi gudang, hingga proses pengiriman.
Dengan sistem tersebut, pengawasan terhadap penerapan penjaminan kesehatan dan mutu komoditas dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Go-Export memudahkan pengawasan sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kualitas produk ekspor. Hal ini penting agar komoditas Sumatera Selatan mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.#udi

Baca Juga:  KPU dan Polda Sumsel Sepakat  Ciptakan Pemilu Aman, Damai dan Sukses
Komentar Anda
Loading...