Seniman Palembang Nyatakan Dukungan bagi Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional Lewat Pekan Seni 2025

26
M Nasir (BP/ist)

Palembang, BP- Pekan Seni 2025 yang akan di buka  Senin (17/11/2025) malam tidak hanya menghadirkan kemeriahan kreativitas, tetapi juga menjadi panggung penting bagi para seniman Palembang untuk menyuarakan dukungan terhadap pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional. Melalui karya, pertunjukan, dan program kuratorial, para pelaku seni sepakat menjadikan figur perempuan berpengaruh asal Sumatera Selatan itu sebagai inspirasi utama festival tahun ini.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) M. Nasir menegaskan bahwa Pekan Seni 2025 bukan sekadar acara pertunjukan, melainkan ruang untuk mengangkat kembali nilai-nilai historis yang pernah membentuk jati diri masyarakat Palembang.
“Ratu Sinuhun adalah bagian penting dari sejarah kita. Melalui seni, kita ingin menghadirkan kembali suaranya dan menyampaikan kepada publik bahwa beliau layak diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Nasir, Senin (17/11/2025).
Simbol Perempuan, Simbol Perjuangan
Dukungan para seniman terasa jelas sejak malam pembukaan ketika Sanggar Mei-Mei menampilkan Tari Gema Swara Sinuhun, garapan koreografer Sonia Anisah Utami. Tarian ini menafsir ulang ketegasan, kebijaksanaan, serta keberanian yang selama ini dilekatkan pada sosok Ratu Sinuhun—tokoh yang berperan dalam tradisi hukum Simbur Cahaya dan gagasan awal kesetaraan perempuan di Sumatera Selatan.
Gerak selendang yang lembut namun tegas dalam tarian tersebut menjadi metafora tentang perempuan yang memimpin melalui ketenangan namun penuh keberanian. Tepuk tangan panjang penonton menjadi bukti bahwa pesan yang dibawa tarian ini tersampaikan.
Pusat Kurasi: Menghidupkan Warisan Sinuhun
Selama lima hari penyelenggaraan, sejumlah program seni diposisikan sebagai ruang edukasi publik mengenai kiprah Ratu Sinuhun. Pameran visual, pembacaan naskah, pertunjukan musik tradisional, hingga diskusi sejarah disusun untuk mengangkat figur perempuan yang selama ini jarang tampil dalam narasi besar sejarah nasional.
Pelukis Martha Astra Winata, pencipta seri lukisan bertema Ratu Sinuhun yang menjadi elemen visual utama festival, juga menerima penghargaan pada malam pembukaan.
Karyanya dinilai berperan penting dalam memperluas imajinasi publik terhadap sosok Sinuhun.
Dukungan Melalui Karya dan Kolaborasi
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Palembang H. Sulaiman Amin menyatakan bahwa upaya pengusulan Pahlawan Nasional harus melibatkan banyak unsur, termasuk para seniman.
“Seni adalah cara paling kuat untuk menyampaikan nilai sejarah. Dukungan seniman mempercepat masyarakat mengenal siapa itu Ratu Sinuhun, dan kenapa beliau penting bagi Palembang dan Indonesia,” ujarnya.
Beberapa komunitas seni seperti Tanjak Kultur, Kawan Lamo, Gong Sriwijaya, serta pembacaan puisi tematik oleh Anto Narasoma turut memperkaya semangat kolektif ini. Mereka menyampaikan bahwa proses kreatif yang mereka tampilkan memang diarahkan untuk membangkitkan kembali narasi perempuan dalam sejarah Palembang.
Ruang Seni sebagai Ruang Aspirasi
Melalui Pekan Seni 2025, para seniman berharap agar dukungan publik menguat dan proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Ratu Sinuhun semakin mendapatkan momentum.
 Festival ini menjadi bukti bahwa seni tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperjuangkan nilai, identitas, dan penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perjalanan sejarah daerah.
Pekan Seni 2025 akan berlangsung hingga akhir pekan dan terbuka untuk masyarakat umum.
Pekan seni yang rencananya dibuka Walikota Palembang Ratu Dewa akan berlangsung selama lima hari nonstop.#udi
Baca Juga:  Tenaga Medis Penanganan Corona di Sumsel Dapat Insentif Paling Kecil Rp 7 Juta
Komentar Anda
Loading...