Empat Gajah Liar Masuk Desa di OKI, Warga Srijaya Baru Kompak Hadapi Ancaman dengan Bijak

26
Suasana tenang di Desa Srijaya Baru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendadak berubah tegang pada Rabu (3/9/2025) dini hari. Empat ekor gajah liar terpantau mendekati kawasan pemukiman, membuat warga panik sekaligus khawatir akan potensi konflik manusia dengan satwa dilindungi tersebut.(BP/ist)

Palembang, BP- Suasana tenang di Desa Srijaya Baru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendadak berubah tegang pada Rabu (3/9/2025) dini hari. Empat ekor gajah liar terpantau mendekati kawasan pemukiman, membuat warga panik sekaligus khawatir akan potensi konflik manusia dengan satwa dilindungi tersebut.

Anton, salah satu warga, menjadi orang pertama yang menyadari kehadiran kawanan gajah. Ia langsung melaporkan situasi genting itu kepada Kepala Desa Srijaya Baru, Anton Surapto. Tak butuh waktu lama, aparat desa bersama pemuda Karang Taruna segera bergerak cepat untuk merespons.

Dengan peralatan seadanya, para pemuda bahu-membahu menghalau kawanan gajah agar menjauh dari rumah-rumah warga. Tiga ekor gajah berhasil diarahkan menuju kawasan PT KEN yang masih berbatasan dengan area hutan. Namun, seekor gajah remaja sempat terpisah dari kelompoknya dan bertindak agresif. Kondisi ini sempat membuat warga cemas karena gajah tersebut mendekati kebun dan menimbulkan suasana mencekam.

Baca Juga:  Persiapan Ziarah Kubro Palembang 2026 Capai 99 Persen

Meski begitu, pengalaman yang sudah berkali-kali mereka hadapi menjadi modal penting. Karang Taruna Desa Srijaya Baru memang sudah terbiasa menjadi garda terdepan dalam menghadapi konflik manusia dengan satwa liar. Mereka tak hanya menjaga keselamatan warga, tetapi juga berupaya agar gajah tidak terluka.

“Sudah sering kali kami menghadapi situasi seperti ini. Meski beberapa bulan lalu dua warga sempat jadi korban amukan gajah, kami tidak menganggap gajah sebagai musuh. Kita hanya harus tahu cara menghadapinya dengan bijak. Koordinasi cepat adalah kunci agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala Desa Srijaya Baru, Anton Surapto.

Baca Juga:  Muncul Partai Baru, Hanura Sumsel Tetap Percaya Diri

Ketua Karang Taruna, Agus Heri Santoso, menambahkan bahwa semangat kebersamaanlah yang membuat warga mampu bertahan menghadapi situasi sulit.

“Kami tidak punya alat canggih, tapi kami punya tekad dan rasa tanggung jawab. Setiap kali gajah mendekat, kami bergerak bukan hanya untuk menghalau, tapi juga memastikan mereka tidak terluka,” ujarnya.

Letak Desa Srijaya Baru yang berbatasan langsung dengan kawasan industri PT Bumi Andalas Permai dan area hutan memang menjadikannya jalur lintasan alami satwa liar, terutama gajah Sumatera. Saat musim migrasi, potensi perjumpaan antara manusia dan gajah pun meningkat drastis.

Baca Juga:  Awas, Ada Potensi Sabotase UNBK!

Peristiwa ini sekali lagi menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan alam memerlukan kewaspadaan, solidaritas, dan empati. Bagi warga Srijaya Baru, menjaga keselamatan manusia tidak bisa dilepaskan dari upaya melestarikan gajah sebagai satwa langka yang dilindungi undang-undang.#udi

Komentar Anda
Loading...