BPDP Dukung GPPI Gelar Praktek Digital Marketing dan Rebranding UKMK Sawit Naik Kelas di Sumsel

33
Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar seminar praktik digital marketing dan rebranding bagi Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel).(BP/ist)

Palembang, BP- Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar seminar praktik digital marketing dan rebranding bagi Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel).Acara bertajuk Praktek Digital Marketing  dan Rebranding  KMK Sawit Naik Kelas di Sumatera Selatan ini dilaksanakan di Auditorium Tower Rafah UIN Raden Fatah Palembang pada Rabu, 8-9 Juli 2025.

Direktur utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili oleh Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama  BPDP  Zaid Burhan Ibrahim menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perkembangan UKMK dan mendukung program hilirisasi yang dicanangkan Presiden.

“Selama ini, kita hanya menjual sawit dalam bentuk bahan mentah, yang harganya tentu lebih rendah dibandingkan produk olahan,” jelas Zainul.

“Melalui digitalisasi, produk olahan sawit dapat dipasarkan secara online sehingga memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar yang lebih luas.” katanya.

Baca Juga:  Trainer Sugiarto Gelar Kelas 'Public Speaking'

Zaid Burhan Ibrahim menambahkan bahwa BPDP telah mendapatkan Perpres 132/2024 terkait pengelolaan sawit dan perkebunan, yang akan semakin meningkatkan tata kelola hilirisasi. Saat ini, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian mengenai pengelolaan sawit, kelapa, dan kakao.Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara usaha besar dan kecil.

“Usaha kecil perlu dibina oleh usaha besar agar produknya bisa menembus pasar internasional. Di era digital ini, kita dituntut jeli memanfaatkan setiap peluang. Jika masih terpaku pada cara manual, kita akan tertinggal oleh pasar,” tegasnya.

BPDP juga aktif memberikan dukungan riset berupa hibah dan beasiswa. “Tahun lalu, kami memberikan beasiswa kepada 3.000 mahasiswa, dan tahun ini meningkat menjadi 4.000 mahasiswa. Ada juga dana pengelolaan sawit rakyat, dan dosen dapat dilibatkan dalam pendampingan petani,” ungkap Zainul.

“Saat ini, hanya pengepul dan tengkulak yang meraih keuntungan besar, membuat petani kecil terpuruk. Kami berharap melalui kegiatan digitalisasi dan pemanfaatan pasar ini, pelaku UKMK bisa tumbuh dan menjadi pengusaha sejahtera,” imbuhnya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Usul Ke Pemprov Sumsel Untuk Buat Program Bedah Rumah

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia GPPI, DR. Ir. Delima Hasri Azahari Darmawan, MS menyatakan optimismenya bahwa kegiatan ini akan membantu UKMK naik kelas. “Produk yang awalnya hanya dikenal di desa, bisa berkembang di kota, bahkan menembus pasar ASEAN dan dunia,” ujarnya.Ia juga menyoroti potensi pengolahan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah.

“Limbah sawit bisa menjadi berkah. UKMK sawit sangat penting dan harus dimulai dari sekarang,” katanya. GPPI secara konsisten mempromosikan sawit, dan ke depannya akan merambah promosi kelapa dan komoditas lainnya.Delima berharap mahasiswa dapat berperan sebagai konten kreator untuk mempromosikan sawit. “Kami juga berharap dinas dan pejabat daerah mendukung program ini. Melalui kegiatan ini, UKMK dapat memahami dan menilai kondisi pasar saat ini,” harapnya.

Baca Juga:  “Goresan Cindo Palembang Belagak” Resmi Ditutup, Kuda Poni Juara Pertama

Ketua Panitia pelaksana  kegiatan, Hendra Darmawan S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah meningkatkan kualitas UKMK, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. “BPDP dan GPPI memberikan pelatihan digital marketing agar produk yang dihasilkan dapat meluas dan dikenal, sehingga omset meningkat,” tutur Hendra pria yang juga  CEO Rumah Tamadun.

“Kami berharap pelaku UKMK dapat membentuk jaringan. Banyak pelaku UKMK yang kurang peduli dengan rebranding. Padahal, rebranding dapat membuat mereka naik kelas. Seperti kita menyebut air mineral selalu ‘Aqua’ karena keberhasilan rebranding-nya,” pungkas Hendra.

Sementara itu hadir dan juga memberi kata sambutan dalam kegiataan tersebut yakni Rektor UIN Raden Fatah yang diwakili oleh  Wakil Rektor III  Dr Syahril Jamil M. Ag, Walikota Palembang yang diwakili oleh Staf ahli Walikota bidang Pem Sos Mas M Sadruddin Hadjar S.Sos M. Si.#udi

Komentar Anda
Loading...