
Banyuasin, BP- Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) menggelar operasi patuh karantina di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Rimau Sungsang, Palembang, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan pada Rabu (4/6) kemarin. Selain memfokuskan pengawasan terhadap komoditas hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, pengawasan juga dilakukan terhadap alat angkut, kendaraan pribadi, dan pejalan kaki yang membawa komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya serta media pembawa lain, baik yang akan dikirim ke maupun dari wilayah Bangka Belitung.
“Operasi patuh karantina ini merupakan bentuk penguatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mematuhi prosedur karantina, terutama saat melalulintaskan hewan kurban jelang Iduladha,” ungkap Sri Endah Ekandari, Kepala Karantina Sumsel dalam keterangan tertulis , Kamis (5/6).
Menurut Endah, kegiatan tersebut sengaja dilakukan saat menjelang Iduladha, karena arus komoditas di Pelabuhan Tanjung Api-Api biasanya mengalami lonjakan, khususnya hewan ternak seperti sapi dan kambing. Tentunya hal tersebut sekaligus meningkatkan risiko penyebaran hama dan penyakit melalui media pembawa tersebut. Setiap komoditas hewan kurban yang dilalulintaskan harus dilaporkan ke petugas karantina di pelabuhan, serta dilengkapi dokumen persyaratan karantina. “Hewan yang dilalulintaskan harus terjamin kesehatannya, itu intinya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Koramil Sungsang, dan Polsek Sungsang. Menurut Endah, selain pengawasan dan pencegahan tersebarnya hama penyakit, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah kurban.
“Kita terus melakukan kolaborasi dalam berbagai aspek, baik pelayanan, pengawasan, maupun langkah-langkah preventif lain untuk menjaga Sumatera Selatan dari risiko penyebaran hama dan penyakit,” pungkasnya.#udi