Kampung Dulmuluk Hidupkan Seni Tradisional Lewat Pertunjukan Bertajuk  “Pangeran Malbi Mencari Rendang yang Hilang”

52
Kampung Dulmuluk di Taman Bacaan Tangga Takat Palembang menggelar pertunjukan seni tradisional Dulmuluk bertajuk “Pangeran Malbi Mencari Rendang yang Hilang”, Minggu (13/4/2025) mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB .(BP/ist)

Palembang, BP- Kampung Dulmuluk di Taman Bacaan Tangga Takat Palembang menggelar pertunjukan seni tradisional Dulmuluk bertajuk “Pangeran Malbi Mencari Rendang yang Hilang”, Minggu (13/4/2025) mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB .

Pertunjukan ini tak hanya menampilkan pemain dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak yang ikut bernyanyi dan menari dengan penuh semangat.
Penampilan mereka sukses mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para penonton yang memadati lokasi pertunjukkan.
Menurut penggagas  Kampung Dulmuluk di Taman Bacaan Tangga Takat Palembang, Andipedo, pertunjukan seni tradisional Dulmuluk bertajuk “Pangeran Malbi Mencari Rendang yang Hilang  diselenggarakan oleh Bucu Entertainment .
“Jadi acara ini banyak komedinya,  walaupun acaranya tema kerajaan  tapi ceritanya sesuai dengan kondisi sosial masyarakat  yang terjadi saat ini, biar menarik dan di tonton anak-anak muda, kalau melulu cerita kerajaan pasti tidak menarik,” katanya.
Dia mengaku telah menyampaikan kepada Sekdin Kebudayaan kota Palembang Septa Marus Eka Putra, SH., MH yang ikut menonton semalam saat menghadiri acara  Dulmuluk agar  kesenian Dulmuluk ini bisa di agendakan sebulan sekali tampil.
“Karena  sejarawan, budayawan, seniman  dan media sudah berjuang sejak  2019 yang lalu untuk menghidupkan Dulmuluk di Kampung Dulmuluk di Taman Bacaan Tangga Takat Palembang, alhamdulilah kalau mau di jadikan kampung tematik kejarlah itu dulu, dibuat gapura, mini panggung dan lampu-lampunya  dan bisa tampil 1 bulan sekali Dulmuluk disini,”katanya.
Hj Nursovia H Fuad, selaku penyelenggara dari Bucu Entertainment berharap panggung Dulmuluk ini menjadi sarana hiburan rakyat sekaligus mengedukasi dan melestarikan budaya lokal khas Palembang yang mulai jarang ditampilkan secara terbuka.
Dikatakan, cerita “Pangeran Malbi Mencari Rendang yang Hilang” mengangkat kisah fiksi yang sarat nilai-nilai kearifan lokal dan humor, dibalut dalam gaya penceritaan khas Dulmuluk yang penuh sindiran cerdas dan dialog jenaka.
“Penampilan ini melibatkan para seniman Dulmuluk lintas generasi yang siap menghidupkan suasana malam warga dengan aksi panggung yang menghibur,” ujarnya.
Menurut Nursovia, ajakan ini tak hanya untuk menikmati pertunjukan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.
Salah satu warga Plaju, Siti, yang sengaja datang untuk menyaksikan pertunjukan mengaku sangat menikmati penampilan Dul Muluk.
“Pemainnya lucu, tapi tetap dengan alur cerita yang diperankan ya,” kata Siti .
Tradisi melempar uang atau saweran juga tetap menjadi bagian dari pertunjukan.
Penonton melemparkan uang mulai dari Rp2.000 hingga Rp100.000 ke arah panggung, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemain Dulmuluk.#udi
Baca Juga:  Duta Budaya Fahum UIN Raden Fatah Bangun Kerjasama Dengan Disbud Kota Palembang
Komentar Anda
Loading...