Jagabaya ke Situs Megalitik

52

Lahat, BP- Daerah yang saat ini disebut dengan Kabupaten Lahat telah menjadi perhatian kalangan ilmuwan dunia karena keberadaan situs megalitiknya yang disebut oleh buku Lonely Planet yang terbit di Australia sebagai situs megalitik terbaik di Indonesia.

Hal ini juga tidak luput dari perhatian Kejaksaan Negeri Lahat yang hari ini Rabu, 26 Februari 2025 melakukan kegiatan Jagabaya atau Jaksa Jaga Cagar Budaya.

Program yang digagas oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Toto Roedianto, S.Sos, SH, MH kali ini menyasar siswa-siswi SD dan SMP yang ada di Kabupaten Lahat. Para siswa-siswi dengan didampingi guru pendamping diajak ke situs megalitik Tinggihari, disini siswa-siswi dikenalkan dengan peninggalan masa prasejarah megalitik.

Baca Juga:  Sejumlah Ruko di Kawasan Pasar 16 Ilir Palembang Terbakar

Dalam sambutannya Toto menyampaikan program JAGABAYA merupakan inovasi dan program unggulan Kejaksaan Negeri Lahat dalam rangka memberikan edukasi bagaimana menjaga warisan budaya leluhur dan JAGABAYA juga bertujuan mempromosikan situs megalitik Kabupaten Lahat kepada masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan.

“Benda-benda megalitik ini tidak boleh dicoret-coret atau vandalisme atau dinaiki, kita harus menjaganya” tutur Zit Mutaqin, SH, MH kasi Intel melalui jaksa Novita.

Baca Juga:  Harga Karet dan Sawit Naik, Warga Tungkal Jaya Doakan Kemajuan Muba

Mario Andramartik seorang penggiat budaya dan wisata mengatakan bahwa situs megalitik Kabupaten Lahat selain merupakan situs megalitik terbaik se Indonesia juga Kabupaten Lahat merupakan daerah yang memiliki situs megalitik terbanyak se Indonesia yang telah berusia lebih dari 3.000 tahun yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan program Jagabaya Kejaksaan Negeri Lahat merupakan satu langkah nyata dalam upaya pelestarian cagar budaya.

Baca Juga:  Bertengkar Dengan Istri, Suami Pilih Gantung Diri

Semoga program Jagabaya ini dapat terus dilanjutkan sehingga lebih banyak siswa-siswi di Kabupaten Lahat yang mengenal kekayaan budaya leluhurnya.#udi

Komentar Anda
Loading...