Pungli di Sekolah, Ini Sikap ESP 

48
Calon gubernur Sumsel nomor urut 2 Eddy Santana Putra (ESP) saat silaturahmi bersama awak media, di Kopi Darat Palembang, Jumat (4/10).(BP/udi)

Palembang, BP- Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut 2 Eddy Santana Putra (ESP)  mengaku siap pmundur dari kursi gubernur Sumsel jika dirinya ternyata gagal dalam memberantas pungli di sekolah-sekolah negeri yang ada di Sumsel.

“Pastinya program 100 hari kerja saya nanti, berantas pungli di Sekolah- sekolah, kalau tidak berhasil saya mundur,” kata ESP saat silaturahmi bersama awak media, Jumat (4/10).
Menurut mantan anggota DPR RI itu, pemberantasan pungli di sekolah bisa dilakukan, hal ini pernah ia lakukan saat menjadi Walikota Palembang dua periode.
“Dulu saya bisa (berantas pungli) saat jadi walikota Palembang, dengan gubernurnya saat itu Syharial Oesman  dan Alex Noerdin. Nah, jika terpilih saya akan lakukan untuk di tingkat SMA sederajat yang ada di wilayah Sumsel,” katanya saat didampingi Ketua Tim Pemenangan MA Gantada, Ketua Bappilu PDIP Sumsel Robby B Puruhita serta Bendahara DPD PDIP Sumsel Yudha Rinaldi.
Ia sendiri menilai, saat ini Sekolah- sekolah negeri yang ada tidak gratis, dan banyak pungli yang memberatkan orang tua, padahal pendidikan adalah kebutuhan yang penting bagi masyarakat dan menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai undang- undang.
“Nah, kondisi sekarang tidak ada sekolah baru, sekolah yang ada sedikit yang dibagusin, ” katanya.
Selain kebutuhan dasar pendidikan yang gratis, ia juga akan memprioritaskan masalah kesehatan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, meski sudah ada program BPJS Kesehatan, yang nyatanya masih terasa berat bagi keluarga menengah kebawah selama ini.
“Dalam hal kesehatan ada kelemahan dalam undang-undang, karena kesehatan saat ini sudah dicover BPJS. Bamun meski iurannya murah per orang, namun kalau jumlah orang di rumah banyak maka jadi beban. Sebab kalau nunggak harus dilunasi dulu, sehingga jadi beban bagi masyarakat yang tidak mampu” kata Cagub Sumsel yang diusung PDIP ini.
Kedepan salah satu langkah dirinya, akan memanfaatkan rumah sakit pemerintahan daerah yang bisa memberikan pelayanan murah ataupun hingga gratis kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu.
“Dari sisi ini kita kedepan harus ada Rumah Sakit gratis. Seperti RS Siti Fatimah dan Ernaldi Bahar dan RS di daerah lain juga bisa diajak kerjasama dengan program berobat gratis. Karena berobat juta merupakan kebutuhan dasar masyarakat dengan murah atau gratis. Sebab kalau tidak memberatkan orang tua, maka kesejahteraan warga akan baik, ” katanya.
Eddy Santana Putra yang di Pilgub Sumsel berpasangan dengan Riezky Aprilia (calon Wakil Gubernur Sumsel) atau disingkat ERA bertekad mewujudkan Sumsel CERAH (Cerdas, Sehat dan Sejahtera) periode 2025-2030.
Implementasi dari Sumsel CERAH ini dituangkan di dalam misi yang menyangkup semua kebutuhan dasar masyarakat Sumatera Selatan mulai dari jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, penyediaan lapangan pekerjaan hingga hunian layak bagi masyarakat.
Dengan semangat baru dan pemimpin baru, ESP dan Riezky Aprilia akan mewujudkan Sumsel Cerdas, Sehat dan Sejahtera.
Ada beberapa misi yang akan dituju oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera ini, yakni sebagai Mewujudkan pemerintahan Sumsel yang bebas korupsi,  kolusi, dan nepotisme (KKN), terbuka, dan melayani untuk warga.
Terkait wacana menghidupkan kembali marga di Sumatera Selatan (Sumsel) ESP  mengaku kalau Indonesia saat ini sudah ada undang-undang desa sehingga tidak bisa kembali ke sistim marga seperti zaman dahulu.
“ Tapi kalau untuk sejarah , budaya atau untuk adat , Sumatera Barat kuat adatnya , nini mamak, itu menentukan, makanya kalau kita tidak apa apa ada tokoh adat, kalau ada pembangunan tidak beres ikut langsung bisa marah , biso ribut tokoh adat , itu yang harus dibangun , jadi bukan bangun marga lagi  karena sudah ada undang-undang desa,” katanya.
ESP jyga berkomitmen untuk membangun  sejarah dan budaya di Sumsel  termasuk memperhatikan generasi muda  generasi Z di Sumsel dengan membangun fasilitas dan sarana dan prasarana penunjang.
ESP juga menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga melalui jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, membangun hunian yang layak bagi masyarakat, tersedianya transportasi publik yang myaman dan ekonomis serta tercipta dan tersedia lapangan pekerjaan.
Menciptakan sumber daya manusia yang tangguh lahir dan batin, kompeten, dan berdaya saing global dengan indeks pembangunan manusia yang baik.
Menata Sumsel sesuai dengan perubahan zaman untuk mendukung kemajuan ekonomi melalui peningkatan dan  keberlangsungan bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan bidang pertambangan dan lingkungan, yang berbasis berkeadilan dan berkehidupan sosial bagi warga.
Membangun Sumsel yang berbasis teknologi dan berinfrastruktur kelas dunia dengan warga yang berketuhanan, berbudaya, bergotong royong, berwawasan, toleran, partisipatif, dan inovatif.
Di dalam mewujudkan visi dan misi ini, ESP dan Riezky Aprilia akan melakukan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar menengah di seluruh wilayah Sumsel (SD-SMP-SMA) melalui pendidikan gratis dan biaya murah.
Selain itu juga menyediakan program beasiswa (SI-S2-S3) di dalam dan di luar negeri untuk masyarakat dan pelatihan untuk para tenaga pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas guru maupun dosen.
Bahkan, ERA bertekad menghentikan pungutan liar di sekolah dan menciptakan satu juta lapangan kerja.
Di bidang kesehatan, ERA akan menyediakan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Sumsel dengan biaya gratis bagi warga serta meningkatkan pelayanan kesehatan untuk pencegahan stunting dan gizi buruk sejak dini.
ERA juga melaksanakan mewujudkan program berobat gratis dengan tetap mengkolaborasikan sistem BPJS.
Bidang UMKM, ERA akan memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mengakses kredit pengembangan usaha dan melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional di Sumsel menjadi pasar yang bersih sehingga bisa bersaing dengan pasar swalayan modern.
Untuk bidang agropolitan yang meliputi Pertanian, Perikanan dan Peternakan, ERA akan memperluas lahan produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan perternakan di Sumsel dalam rangka mengembalikan produk lokal sebagai produk agrobisnis andalan Sumsel sehingga kejayaan Sumsel sebagai Provinsi perdagangan di era-sriwijaya  bisa dicapai kembali.
Selain itu memberikan bantuan modal, teknologi, bibit dan sarana pendukung pengembangan agrobisnis lainnya agar petani memperoleh hasil optimal.
Di bidang infrastruktur dan energi, ERA akan melakukan pembangunan dan pemeliharaan Infrastruktur secara rutin.
“Jalan penghubung antar Kabupaten yang menjadi tanggung jawab Gubernur harus dibangun dengan kondisi baik sehingga arus barang, jasa, dan transpotasi lainnya baik darat, air dan udara bisa optimal,” katanya.
Selain itu, meningkatkan dan mengembalikan status bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumsel) sebagai bandara udara internasional dalam rangka mendukung Provinsi Sumsel sebagai destinasi pariwisata level internasional dan mengaktifkan bendara  printis sebagai upaya penunjang kegiatan wisatawan di Sumsel.
ERA juga melaksanakan mewujudkan program berobat gratis dengan tetap mengkolaborasikan sistem BPJS.
Bidang UMKM, ERA akan memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mengakses kredit pengembangan usaha dan melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional di Sumsel menjadi pasar yang bersih sehingga bisa bersaing dengan pasar swalayan modern.
“ Untuk angkutan batubara harus dibuat jalan khusus, jangan lagi lewat jalan Negara,” katanya.
Untuk bidang agropolitan yang meliputi Pertanian, Perikanan dan Peternakan, ERA akan memperluas lahan produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan perternakan di Sumsel dalam rangka mengembalikan produk lokal sebagai produk agrobisnis andalan Sumsel sehingga kejayaan Sumsel sebagai Provinsi perdagangan di era-sriwijaya  bisa dicapai kembali.
Selain itu memberikan bantuan modal, teknologi, bibit dan sarana pendukung pengembangan agrobisnis lainnya agar petani memperoleh hasil optimal.
Di bidang infrastruktur dan energi, ERA akan melakukan pembangunan dan pemeliharaan Infrastruktur secara rutin.
“Jalan penghubung antar Kabupaten yang menjadi tanggung jawab Gubernur harus dibangun dengan kondisi baik sehingga arus barang, jasa, dan transpotasi lainnya baik darat, air dan udara bisa optimal,” katanya Eddy.
Selain itu, meningkatkan dan mengembalikan status bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumsel) sebagai bandara udara internasional dalam rangka mendukung Provinsi Sumsel sebagai destinasi pariwisata level internasional dan mengaktifkan bendara  printis sebagai upaya penunjang kegiatan wisatawan di Sumsel.#udi
Baca Juga:  Kodam Sriwijaya Dukung Penuh Upaya Cegah Dini Karhutla
Komentar Anda
Loading...