Wiwit Dibacok di Depan Anaknya hingga Tewas, Polisi Kejar Pelaku 

14

Wiwit (23) warga Jalan Pasiran Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I, Palembang, menjadi korban salah sasaran hingga mengalami luka bacok di bagian paha sebelah kanan, Kolam Retensi tepatnya di belakang DPRD Kota Palembang, Selasa (25/6) sekira pukul 23.00 WIB.(BP/IST)

Palembang, BP- Wiwit (23) warga Jalan Pasiran Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I, Palembang, menjadi korban salah sasaran hingga mengalami luka bacok di bagian paha sebelah kanan, Kolam Retensi tepatnya di belakang DPRD Kota Palembang, Selasa (25/6) sekira pukul 23.00 WIB.

Karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal dunia saat hendak dirawat ke rumah sakit Muhammadiyah.

Kejadian berawal  keributan yang diduga oleh 4 orang pelaku yakni inisial RF, ET, DV dan HR, sedang nongkrong di TKP (tempat kejadian perkara), bersamaan ada juga warga di sekitar TKP sedang nongkrong yakni Dian Suputra (19), Rio Kurniawan (19), Nando (20) dan Andre (20).

Kemudian, salah satu pelaku RF usai ribut dengan pacarnya yang tinggal tidak jauh dari TKP. Karena hendak membuat kerusuhan di lokasi kolam retensi, saat itu Nando berkata  kalau mau ribut dengan wanita itu, agar jangan ribut di kampung orang.

Baca Juga:  Pegawai Honorer Minimal 3 Tahun Diangkat PNS

Mendengar itu, pelaku RF tersinggung hingga keduanya terlibat perkelahian dan membuat korban Nando mengalami luka bacok di bagian kening kiri dan perut.

Keributan ini dilihat pelaku ET melihat temannya ribut hingga kejar kejaran kembali tersulut emosi dan ribut dengan Andre. Menggunakan Sajam miliknya ET membacok Andre di bagian paha.

Lalu disusul pelaku ET bersama dua temannya DV serta HR mengejar Dian Saputra (19) dan Rio Kurniawan (19) hingga membuat korban Dian mengalami luka tusuk di perut dan tangan, Rio mengalami bacok di kepala.

Disinilah, disaat korban Wiwit melintas di TKP dengan sepeda motor bersama dengan anaknya (7) melihat keributan ini mencoba hendak melerai dan bertanya ada keributan apa disana.

Baca Juga:  Polda Sumsel Terima Bantuan Paket Sembako dari Bank Sahabat Sempurna

Naasnya, tanpa banyak bicara pelaku ET langsung mengejar korban Wiwit dan melayangkan bacokan kearah tubuhnya hingga mengenai paha sebelah kanan didepan langsung anaknya.

Melihat warga mulai ramai berdatangan ke TKP membuat empat pelaku langsung melarikan diri. Melihat Wiwit bersimbah darah warga sekitar TKP langsung mengantarkan korban bersama istrinya ke rumah sakit Muhammadiyah namun akhirnya tidak tertolong.

Kapolsek SU I, Palembang, Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya peristiwa ini. “Diawali salah satu pelaku yang terlibat keributan di TKP dengan pacarnya, yang merupakan warga sekitar TKP. Selasa (25/6/2024) malam,” katanya, Rabu (26/6).

Lalu, sambung Kompol Alex mengatakan lalu ada salah satu warga disana Nando mengatakan intinya kalau mau ribut dengan wanita itu jangan ribut disana kampung orang. “Diduga hal inilah membuat terjadi keributan, pelaku RF kemudian ribut dengan korban Nando. Lalu berlanjut pelaku ET, ribut dengan Andre, dan pelaku  ET,  DV, HR dengan korban Rio dan Dian,” katanya.

Baca Juga:  Polda Sumsel Himbau Larangan Membakar Cegah Karhutla

Lalu, korban Wiwit yang tengah melintas di TKP mencoba melerai hingga menjadi korban pembacokan pelaku ET dan meninggal dunia,” katanya.

Lebih jauh Alex menyatakan bahwa empat korban langsung mendapatkan perawatan di RS Muhammadiyah Palembang, “Tiga korban sudah mendapatkan perawatan dan pulang kerumah yakni Dian Saputra (19), Rio Kurniawan (19), Nando (20), sedangkan Andre (20) mengalami luka tusuk di bagian paha sedang menjalani operasi di RSMH Palembang,” katanya.

Lanjut Kompol Alex mengatakan, saat ini empat pelaku sedang dalam pengejaran anggota Unit Reskrim.  #udi

Komentar Anda
Loading...