Barang Arkeologi dari Sumsel Dipindahkan ke Cibinong, AMPCB : “Kami Sesali , Tidak Ada Informasi dari Awal”

1,883
Ketua AMPCB Vebri Al-Lintani dan Anggota AMPCB Kemas Ari Panji (BP/udi)

Palembang,BP– Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) memprotes pemindahan ratusan barang artefak dan barang arkeologi dari kantor Brin Sumsel ( dulu bekas kantor Balai Arkeologi Sumsel) yang terletak di Jalan Kancil Putih Palembang ke Cibinong, Jumat (7/6) siang.

Menurut Ketua AMPCB Vebri Al-Lintani dia mendapatkan informasi tersebut melalui group whatapps soal benda arkeologi Sumsel tersebut dipindahkan ke pusat.
” Kami dari komunitas ingin tahu kenapa dipindahkan padahal benda benda itu adalah aset Sumsel , saya kira barang barang arkeologi dari Sumsel ini selama sudah dipindahkan ke Belanda , Jakarta dan dimana mana harusnya barang arkeologi ditemukan masa kemerdekaan harusnya tetap di Sumsel tapi kenapa barang arkeologi Sumsel tetap dipindah, ” katanya saat mendatangi kantor Brin Sumsel, Jumat (7/6) malam.
Mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang ini sempat menanyakan kepada Kepala Balai Pelestarian  Kebudayaan (BPK) wilayah VI Sumsel Kristanto Januardi  soal pemindahan barang arkeologi Sumsel tersebut dan menurut Kistanto Januardi kalau barang arkeologi Sumsel akan diselamatkan karena di kantor Brin Sumsel tidak memadai menyimpan barang arkeologi tersebut sehingga dipindahkan kepusat.
“Yang kami sesali ini tidak ada informasi dari awal kalau barang arkeologi Sumsel ini dipindahkan, kami sebagai orang peduli cagar budaya mengharapkan barang arkeologi Sumsel harus tetap berada di  Sumsel dan menurut pak Kristanto ini sudah dikomunikasikan dengan Pemerintah Daerah tapi kita lihat komitmen pemerintah daerah menjaga barang arkeologi Sumsel dan cagar budaya sangat lemah , kalau mau kit  barang arkeologi kita ini bisa ditampung di Sumsel , kita banyak museum disini seperti mùseum Balaputra Dewa, Museum SMB II,Museum TPKS dan Museum tekstil dan daerah banyak juga museum yang kondisinya kosong, tapi tidak ada kepedulian untuk memindahkan barang arkeologi tersebut ke museum museum tersebut” katanya.
Apalagi menurutnya Pj Gubernur  Sumsel akan membangun Museum Sriwijaya namun janji itu dinilainya  omong kosong belaka.
” Kita ingin ada dialog antara komunitas peduli cagar budaya dengan pemerintah daerah minggu depan, terkait masalah ini” katanya.
Sedangkan anggota AMPCB Kemas Ari Panji menambahkan pihaknya akan mengklarifikasi dengan pihak terkait terkait permasalahan ini Senin (10/6).
“Ini bentuk kepedulian kita dan saya merasakan pernah ikut melakukan penggalian arkeologi , betapa susahnya mencari artefak tersebut dari waktu ke waktu ..ini mudah saja main pindah saja,” katanya.
Sedangkan menurut Satpam Brin Sumsel Hamzah ketika ditemui di kantor Brin Sumsel semalam kantor Brin  Sumsel sudah sepi.
” Silahkan datang senin saja untuk komfirmasi,” katanya.#udi

Baca Juga:  Jelang Pemilu  Tahun 2024, Hanura Sumsel Mulai Jaga Kekompakan dan Tata Organisasi
Komentar Anda
Loading...