Indikator Politik Indonesia: Elektabilitas Ratu Dewa Tinggi

61
Ratu Dewa (BP/ist)

Palembang, BP- Setelah lembaga survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) merelease hasil survei terbarunya beberapa hari lalu yang menempatkan dukungan (elektabilitas) Ratu Dewa bertenger di urutan teratas. Kali ini lembaga survei Indikator Politik Indonesia juga menemukan temuan survei yang sama. Indikator Politik Indonesia yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) mendapatkan kuatnya elektabilitas Ratu Dewa dibandingkan dengan calon-calon walikota Palembang yang sudah bersosialisasi dan diprediksi maju pada pilkada 27 November 2024.

Selain itu, jarak atau gap elektabilitas Ratu Dewa dengan calon walikota lainnya cukup jauh dan secara statistik unggul signifikan. Salah satu faktor kuat alasan pemilih menjatuhkan pilihannya pada Ratu Dewa adalah sosok/figur Ratu Dewa yang perhatian pada rakyat, sudah ada bukti hasil kerjanya dan cepat tanggap dalam menghadapi keluhan warga.

Pada pertanyaan terbuka ( top of mind) atau tanpa menyebutkan nama calon walikota, elektabilitas Ratu Dewa ( 38,9 %), Fitrianti Agustinda ( 9,5 %), Yudha Pratomo Mahyudin ( 1,6 %), Akbar Alfaro ( 1,4 %). Sementara nama calon lainnya ( M Hidayat, Rasyid Rajasa, Charma Afrianto, Firmansyah Hadi, Prima Salam, Mgs Syaiful Fadli, Zainal Abidin, Sutami) elektabilitasnya berada di bawah satu persen.

Baca Juga:  Tambah 34 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 7.362 Jiwa

Massa yang belum menentukan pilihan 43,4 %. Selanjutnya, pada pertanyaan semi terbuka ( dengan menyodorkan 20 nama calon walikota) dan responden boleh menjawab di luar nama calon walikota, elektabilitas Ratu Dewa semakin melambung. Secara berurutan, Ratu Dewa ( 51,9 %), Fitrianti Agustinda (18,1 %), Akbar Alfaro ( 2,6 %), Yudha Pratomo Mahyudin (2,2 %).

Sedangkan nama calon lainnya ( Charma Afrianto, M Hidayat, Firmansyah Hadi, Prima Salam, Basyaruddin Akhmad, Sutami Ismail, Mgs Syaiful Fadli, Rasyid Rajasa, Zainal Abidin, Hernoe Roespridjadji dan nama calon lainnya) elektabilitasnya berada di bawah dua persen. Untuk massa yang belum menentukan pilihan sudah cukup kecil ( 14,8 %).

Elektabilitas ketua mustayar NU kota Palembang ini semakin menguat ketika uji simulasi nama-nama calon walikota. Uji simulasi enam nama calon walikota, Ratu Dewa ( 55,7 %), Fitrianti Agustinda ( 22 %), Akbar Alfaro ( 3,7 %), Yudha Pratomo Mahyudin ( 2,5 %), Charma Afrianto ( 1,5 %), Firmansyah Hadi ( 0,9 %) dan massa yang belum menentukan pilihan ( 13,7 %). Untuk uji simulasi tiga nama calon walikota Ratu Dewa ( 58,9 %), Fitrianti Agustinda ( 22,9 %), Yudha Pratomo Mahyudin ( 3,2 %) dan massa yang belum menentukan pilihan ( 15 %).

Baca Juga:  Empat Rumah di  Desa Bandar Jaya Kecamatan Sekayu di Bobol Maling

Bahkan pada uji simulasi dua nama, Ratu Dewa ( 60,8 %), Fitrianti Agustinda ( 23,3 %) serta massa yang belum menentukan pilihan ( 15,9 %).

Demikian juga uji simulasi dua nama calon lainnya, Ratu Dewa ( 70,5 %), Yudha Pratomo Mahyudin ( 4,8 %) dan massa yang belum menentukan pilihan ( 24,7 %).

Tingginya elektabilitas pria yang murah senyum dan mudah ditemui ini tak terlepas dari penilaian masyarakat terhadap kinerja Ratu Dewa selama menjabat Pj Walikota Palembang. Masyarakat menilai kinerja Ratu Dewa dan jajarannya sangat puas ( 15,3 %), cukup puas ( 71,1 %), kurang puas (4,4 %), tidak puas sama sekali (1,9 %) dan massa yang tidk menjawab (7,3 %).

Baca Juga:  KPU Sumsel Serahkan Bahan Kampanye ke Paslon Gubernur

“Kami mengapresiasi kerja-kerja ilmiah dari beberapa lembaga survei yang kredibel. Saya sangat yakin, hasil dari beberapa lembaga survei pasti tidak akan jauh berbeda apabila waktu surveinya tidak berjauhan jaraknya dan metodologinya sama. Terlebih lagi lembaga survei tersebut tergabung dalam suatu perkumpulan survei yang resmi. Ratu Dewa tetap akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Pj Walikota Palembang. Nanti pada saatnya, kita akan bicara pilkada,” ungkap Dr Ahmad Zulinto, SPD, MM, sahabat terdekat Ratu Dewa.
Survei Indikator Politik Indonesia di gelar 22-29 April 2024 dengan melibatkan 600 responden ( 60 kelurahan) yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan Kota Palembang. Metode penarikan sampel multistage random sampling dengan marjin of error +/- 4,1 % dan selang kepercayaan 95 %.

Wawancara dilakukan dengan tatap muka langsung dengan responden.#udi/rill

Komentar Anda
Loading...