Korban Terakhir Tabrakan Maut Speedboat di Banyuasin Ditemukan

19
Dua jasad korban tabrakan speedboat yang tengah mengantar jenazah dengan perahu getek di perairan Sungai Musi Palembang, Eko (21) dan Gunadi (41) paman dari jenazah Acha (4).(BP/ist)

Palembang, BP- Dua jasad korban tabrakan speedboat yang tengah mengantar jenazah dengan perahu getek di perairan Sungai Musi Palembang, Eko (21) dan Gunadi (41) paman dari jenazah Acha (4).
akhirnya berhasil ditemukan, Senin (5/2) sekitar pukul 09.30 WIB.
Jasad pertama yang ditemukan yakni korban atas nama Eko, jasadnya ditemukan mengapung di di perairan Sungai Musi tepatnya di Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.
Sementara korban Gunadi ditemukan Tim SAR Gabungan, juga sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan jasad Gunadi (41) berjarak 13 kilometer dari TKP awal tabrakan speedboat dan perahu getek.

Baca Juga:  25 Kontainer Kelapa Asal Sumsel Dikembalikan Thailand

Korban dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman,” kata Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, SE, Senin (5/2/2024).
Dengan telah ditemukannya ketiga korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.
“Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing,” katanya.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan Basarnas Banyuasin dan Palembang berhasil menemukan  salah satu korban dalam tabrakan speedboat kecil dengan perahu getek di perairan Sungai Musi saat perjalanan mengantar jenazah, Senin (5/2) sekitar pukul 06.15 WIB.
Korban yang ditemukan team Basarnas Banyuasin itu adalah jenazah Acha (4 tahun), merupakan anak dari guru PPPK asal Desa Karang Makmur, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin.
Jasad Acha ditemukan Tim Basarnas dalam kondisi mengapung di perairan Sungai Musi tepatnya di Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga:  Upacara Bendera Warnai,  HUT PDI Ke-49 di Sumsel

“Benar, sekitar pukul 06.15 WIB satu orang korban berhasil ditemukan mengapung di sekitar lokasi awal kecelakaan,” ucap Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin, SE.
Pencarian tersebut, juga melibatkan personel TNI dan Polri, termasuk nelayan, sementara tim gabungan juga sudah mengantarkan jenazah Acha  ke rumah duka. #udi

Komentar Anda
Loading...