Pembacaan Puisi Perjuangan di Gedung Kesenian Palembang, Rangkaian Peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam

73
Hari kedua rangkaian peringatan Pertempuran  5 Hari 5 Malam di kota Palembang yang di pusatkan di Gedung Kesenian Palembang , Selasa (2/1) di warnai dengan Pembacaan puisi perjuangan . Pembacaan puisi berlangsung khidmat.(BP/udi)

Palembang, BP- Hari kedua rangkaian peringatan Pertempuran  5 Hari 5 Malam di kota Palembang yang di pusatkan di Gedung Kesenian Palembang , Selasa (2/1) di warnai dengan Pembacaan puisi perjuangan . Pembacaan puisi berlangsung  secara khidmat.

Menurut Ketua panitia peringatan Pertempuran  5 Hari 5 Malam di kota Palembang , Vebri Al Lintani  kegiatan ini sangat sederhana tetapi maknanya cukup baik karena pihaknya ingin mengenalkan peristiwa-peristiwa penting  bagi sejarah perjuangan Republik  Indonesia .

“ Dengan puisi-puisi kita bisa  melihat jasa-jasa para pahlawan, kita bisa mengambil hikmah karena puisi adalah  karya perenungan , bukan Cuma karya pikir  tapi juga karya rasa karena dia memaknai peristiwa itu dihadirkan saat ini  untuk kepentingan  diri sendiri dan ke dunia luar  serta yang akan datang,” katanya.

Baca Juga:  Jadikan Asian Games Sebagai Cikal-Bakal Bersatunya Negara Di Asia

Meskipun puisi kecil dan tidak seperti novel  tapi satu puisi  maknanya lebih besar dari novel.

“ Karena itu meskipun sederhana  dan kecil pada hari ini kita peringati , mudah-mudahan hikmahnya lebih besar  ,” katanya.

Dan rangkaian peringatan pertempuran  5 hari 5 malam , Rabu (3/1) tetap berlanjut dengan agenda disikusi buku Fir Azwar berjudul “Sejarah Palembang dalam Pantun”, lomba lagu kebangsaan dan ziarah dan tanggal 4 Januari ada lomba puisi.

Baca Juga:  Dua Perampok Sopir Truk Didor

“ Besok empat malam itu ada zikir para pejuang , tanggal 5 Januari itu ada pengumuman  siapa –siapa yang menjadi favorit, lalu tanggal 5  Januari  malam ada renungan suci (malam seribu lilin) , nah itu rangkaian  kegiatan kita selama lima hari ini,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SDN 189 Palembang Rita Purnama Sari mengatakan, dirinya membaca puisi ini masih dalam fase belajar.

“ Saya hanya hapal 1 puisi berjudul  Aku,  karya Chairul Anwar , mudah-mudahan bukan tidak mengecewakan,  kita belajar ya pak , saya tidak berani bilang , saya coba aja,” katanya.

Baca Juga:  Bawaslu Menangkan Gugatan PBB, Langsung Lakukan Penguatan

Diantara yang membacakan puisi  ZA.Narasinga , Tarmizi Maero, Latifah Ratnawati, Rita Sumarni, Anto Narasoma, Heri Mastari, Fir Azwar, Vebri Al Lintani, Diah K Pertiwi (Ketua Forwida) , Ki Agus Muhamad Ridwan (Ketua KKPP), Kiki Kirana, Nyimas Arlaeni (Guru SMK 3) ,  Mirza Indah Dewi  (SG  Anna Kumari), Rita Purnama Sari (Kepala Sekolah SDN 189 Palembang), Linda (Guru SMA 2), Ustazah Iin, , Raden Husein, Kms Ari Panji, dr Zulkhair Ali, Iskandar Sabani.#udi

 

 

 

Komentar Anda
Loading...