Mencuri Motor, Residivis  Ini Ditangkap Polsek Plaju 

39
Seorang residivis Maulana Reddo (26) warga Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin kembali melakukan aksi pencurian sepeda motor di Jalan Tegal Binangun, seberang Booster, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Rabu (29/11) sekira pukul 02.50 WIB.(BP/IST)

Palembang, BP- Seorang residivis Maulana Reddo (26) warga Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin kembali melakukan aksi pencurian sepeda motor di Jalan Tegal Binangun, seberang Booster, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Rabu (29/11) sekira pukul 02.50 WIB.

Tersangka akhirnya berurusan dengan hukum setelah ditangkap Unit Reskrim Polsek Plaju, Palembang.

Kapolsek Plaju, Iptu Hendri Permana didampingi Kanit Reskrim, Ipda Husin mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan adanya laporan dari korban. “Modusnya tersangka ini mencuri motor, tersangka dan rekannya (DPO) terlebih dulu melakukan pengintaian terhadap kendaraan masyarakat yang parkir di depan rumah atau ditempat yang sepi di wilayah hukum Polsek Plaju,” ujar Iptu Hendri kepada wartawan, Kamis (7/12) di Mapolsek Plaju.

Baca Juga:  Hj RA Anita Noeringhati Berharap Kantor Arkeologi Sumsel Bermanfaat Bagi Sumsel  

Kemudian tersangka ini beraksi mencuri motor dengan menggunakan kunci letter T dan membawa lari motor korbannya. “Tersangka Maulana ini merupakan residivis dan telah melakukan pencurian kendaraan dua kali dan menjambret dua kali, jadi tersangka sudah empat kali keluar masuk penjara,” katanya.

Masih kata Iptu Hendri mengatakan, kendaraan hasil curian kemudian mereka jual dan saat ini masih kita dalami. “Pelaku lain masih kita kejar dan terbitkan DPO, sementara berdasarkan keterangan tersangka ada 10 TKP pencurian motor yang semuanya di wilayah hukum Polsek Plaju,” jelas Iptu Hendri.

Baca Juga:  6 Juta Surat Suara Dan Logistik Pemilu KPU Palembang Dibawa Ke Gedung SPC

Lanjutnya, untuk barang bukti (BB) sudah diamankan berupa satu unit sepeda motor jenis Honda Beat Street warna silver Tahun 2019 dengan nopol BG 5852 ACS, STNK motor, satu kunci Letter T, dua kunci kontak motor Honda.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka akan diterapkan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun,” katanya.

Baca Juga:  AS Hibah Sistem ICT Asian Games

Sementara, tersangka Maulana mengakui perbuatannya. “Motor tersebut saya dan teman TJ (DPO) kami jual kepada AK (DPO) seharga Rp3,5 juta dan uangnya dibagi menjadi dua, lalu uang saya gunakan membayar hutang dengan teman,” katanya.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...