Sopir Bus Wisatawan dari Riau  Jadi Korban Penodongan Pria Bersenpi di Belakang Monpera 

46

Aksi penodongan kembali terjadi di kawasan wisata di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), kali ini menimpa seorang sopir bus pariwisata bernama Ilham Reza Hidayat (25) warga Kadis Siak, Pekanbaru, Provinsi Riau yang ditodong di belakang Monpera, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Senin (27/11) sekira pukul 17.00 WIB.(BP/IST)

Palembang, BP- Aksi penodongan kembali terjadi di kawasan wisata di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), kali ini menimpa seorang sopir bus pariwisata bernama Ilham Reza Hidayat (25) warga Kadis Siak, Pekanbaru, Provinsi Riau yang ditodong di belakang Monpera, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Senin (27/11) sekira pukul 17.00 WIB.

Korban yang mengalami kerugian kehilangan satu buah dompet berisikan uang tunai Rp1,5 juta dan dokumen penting lainnya, lalu membuat laporan polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Baca Juga:  Warga Minta Pemakaman Covid Dipagar

Kejadian  bermula saat korban  datang dari Jakarta hendak menuju ke Pekanbaru, namun tiba di Palembang melintas di Jembatan Ampera para wisatawan meminta berhenti untuk mengabadikan foto.

“Lalu, saya memarkirkan mobil di dekat taman skatepark. Mereka kemudian turun dan menuju keatas Jembatan Ampera sementara karena ingin buang air kecil saya menuju ke WC umum,” kata Ilham saat membuat laporan ke Polrestabes Palembang Senin malam.

Lanjutnya, di wc ramai sehingga mengantri dan tak lama ada telpon dari penumpang mengabarkan penumpang sudah naik semua dan siap melanjutkan perjalanan. “Karena belum usai buang air kecil, saya menyuruh duluan dengan sopir kedua dan saya akan menyusul dengan ojek online,” katanya.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Penistaan Agama Lina Mukherjee, Ini Tanggapan Polda Sumsel

Masih kata korban, usai buang air kecil menuju ke mobil parkiran dan memang mobil sudah berangkat. “Saat saya hendak memesan ojek online inilah ada seorang tak dikenal mendekat, kemudian mengajak saya ke belakang Monpera sambil berkata bus nya nanti akan kembali lagi kesini,” katanya.

Sambungnya, sesampai dibelakang Monpera ternyata korban diminta uang Rp1,6 juta sambil mengeluarkan senjata api dari dalam tas. “Pelaku kemudian mengambil dompet saya berisikan uang Rp1,5 juta kemudian pergi,” katanya.

Baca Juga:  Kemenkumham Sumsel perketat pemeriksaan lalu lintas WNA di bandara

Sementara itu laporan dari korban sudah diterima anggota piket SPKT tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) Pasal 365 KUHP. Selanjutnya laporan akan diteruskan ke Sat Reskrim untuk proses penyelidikan lebih lanjut. #udi

 

 

Komentar Anda
Loading...