Bupati PALI Ajak Masyarakat  Lindungi Hutan Mangrove

21

Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr H Heri Amalind menekankan arti  pentingnya fungsi tanaman mangrove sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari erosi.  Kepedulian Heri Amalindo terhadap pentingnya menjaga hutan mangrove disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam seminar lingkungan hidup yang mengambil tema Mereka yang Membicarakan tentang Mangrove, Sabtu (4/11) di aula Universitas Muhammadiyah (UMP) Palembang.(BP/ist)

Palembang, BP- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr H Heri Amalind menekankan arti  pentingnya fungsi tanaman mangrove sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari erosi.

Kepedulian Heri Amalindo terhadap pentingnya menjaga hutan mangrove disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam seminar lingkungan hidup yang mengambil tema Mereka yang Membicarakan tentang Mangrove, Sabtu (4/11) di aula Universitas Muhammadiyah (UMP) Palembang.

Kegiatan tersebut Gema Persada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Sabtu (4/11). “Hutan mangrove terutama akar-akarnya berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari erosi dan serangan gelombang besar,” ungkap Heri Amalindo.

Baca Juga:  Revitalisasi Pasar Cinde Jadi Pasar Modern Molor

Ditambahkan, isu pelestarian mangrove sudah menjadi isu besar di Indonesia guna mengatasi krisis iklim global. “Bahkan, Indonesia mengampanyekan gerakan ini di berbagai event dunia seperti G-20 di Bali tahun lalu,” ujarnya.

Ia menilai pentingnya melestarikan mangrove. Provinsi Sumsel memiliki potensi mangrove yang luar biasa dan punya kontribusi yang tidak sedikit dalam ikut serta pelestarian lingkungan dunia.

“Mangrove merupakan pahlawan mitigasi perubahan iklim guna mencapai FOLU Net Sink 2030. Mangrove di Kawasan Taman Nasional Sembilang merupakan daerah salah satu penghasil oksigen terbaik di dunia,” kata bakal calon Gubernur Sumsel ini.

Baca Juga:  Hibah Untuk Puslatpur  TNI AD di Martapura Terealisasi Hanya Rp 7 Miliar

Kawasan Taman Nasional Sembilang yang berada di Banyuasin dan Muba, lanjutnya, memiliki luas lebih dari 200 hektare dimana potensi mangrove mencapai 159 hentar atau sekitar 28 persen dari total luas mangrove di Sumatera.

Wakil Rektor 1 UMP,  Prof Dr Indawan MPd, mengapresiasi atas kehadiran Heri Amalindo sebagai pembicara utama seminar lingkungan hidup yang diselenggarakan Gema Persada Fakultas Pertanian.

Baca Juga:  Pertemuan TNI-Belanda Di Lahat Pasca Perjanjian Renville

“Heri Amalindo sebagai Kepala Daerah, sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Belum lama ini beliau menghibahkan lahan10 hektare di Talang Ubi Kabupaten Pali untuk dimanfaatkan sebagai pusat Pendidikan kepada pihak Universitas Muhammadiyah Palembang,” ujarnya.

Ketua Gema Persada Fakultas Pertanian, Mirza Iksanul Qowam mengatakan,  seminar lingkungan hidup ini diadakan sebagai pelaksanaan program kerja salah satu organisasi mahasiswa pecinta alam di UMP .#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...