50 Persen Warga Desa Sindang Marga Muba, Terdampak Debu Jalan Batubara

107

Palembang, BP– Jalan Batubara atau Hauling yang dikelola oleh PT Musi Mitra Jaya (PT MMJ) selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak serius bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Jalan Batubara yang membentang sepanjang ratusan kilometer ini sudah beroperasi sejak tahun 2017, dan bukan hanya melayani perusahaan batubara di Kabupaten Musi Banyuasin, tetapi juga di Kabupaten Musi Rawas Utara. Salah satu perusahaan batubara yang menggunakan jalan ini adalah PT Gorby Putra Utama (PT GPU).

 

Namun, dampak dari operasi jalan batubara ini mulai terasa oleh masyarakat di beberapa desa sekitar.

Warga Kecamatan Bayung Lencir , Musi Banyuasin (Muba) mengeluhkan debu akibatnya jalan batubara yang berada di kawasan tersebut.

Jalan batubara tersebut dikelola oleh PT MMJ selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak serius bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Baca Juga:  KPU Sumsel Terima DPT 7 Kabupaten

Jalan Batubara yang membentang sepanjang ratusan kilometer ini sudah beroperasi sejak tahun 2017, dan bukan hanya melayani perusahaan batubara di Kabupaten Musi Banyuasin, tetapi juga di Kabupaten Musi Rawas Utara. Salah satu perusahaan batubara yang menggunakan jalan ini adalah PT Gorby Putra Utama (PT GPU).

Dewi, seorang warga Dusun Berau Mati, Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, merasakan dampak buruk ini secara langsung. Dia dan keluarganya tinggal di pinggir jalan batubara ini, dan mereka hanya mendapatkan debu dan penyakit .

 

“Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kami menghirup debu batubara ini. Mobil batubara ini melintas 24 jam, dari pagi sampai malam,” ungkap Dewi. Selama bertahun-tahun, tidak ada kompensasi atau bantuan yang diberikan oleh perusahaan batubara atau pengelola jalan batubara ini,  Kamis (5/10).

Dewi juga meminta minimal penyiraman rutin jalan batubara untuk mengatasi masalah debu yang meresahkan masyarakat. Dia sangat prihatin dengan kondisi masyarakat setempat yang terkena dampaknya. Lebih lanjut, dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika kemarau terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, bisa mengancam nyawa masyarakat. “Kalau Kemarau Terus Masyarakat Bisa Mati,” tambahnya.

Baca Juga:  Kemenkumham Sumsel Tindak Lanjuti Soft Entry Meeting Pemeriksaaan BPK RI

Kepala Desa Telang Aediy, melalui Sekdes Sukarno, menambahkan masyarakat dan perkebunan warga di beberapa dusun terdampak akibat debu jalan batubara ini. “Masyarakat Desa Telang yang terdampak langsung itu ada di Dusun 3 Selaro, Dusun Berau Mati, dan Dusun Pakrin. Di RT 6 Dusun Berau Mati itu yang banyak terdampak,” jelas Sukarno.

Sementara itu, 50 persen warga Desa Sindang Marga Kecamatan Bayung Lencir melintasi jalan batubara tersebut.

Sehingga banyak warga Desa Sindang Marga terdampak debu batubara. Khususnya warga Dusun 2 Desa Sindang Marga.

Kades Sindang Marga, Yusman mengeluhkan hal yang sama.

‘’Dampak dari debu jalan batubara ini kalau di Desa Sindang Marga khususnya di Dusun 2 jalan B80 yakni aktivitas Perusahaan batubara,” ungkap Yusman.

Baca Juga:  Bantah Sungai Musi Tercemar

Dimana, kata Yusman, kalau panas debu jalan lari ke rumah warga. ‘’Dan kalau hujan ban mobil angkutan itu bawa tanah ke aspal, sehingga menyebabkan banyak terjadi kecelakaan,” kata Yusman.

Diakui Yusman, jalan batubara itu khususnya di kawasan B80 atau kawasan Perkebunan Kelapa Sawit PT BPP alias Bumi Persada Permai, dampaknya bukan hanya di simpang pemukiman warga saja.

Dan lebih parahnya lagi, sambung Yusman, jalan itu ditimbun pihak pengelola dengan debu batubara yang ambil di PLTU. ‘’Sedangkan debu batubara itu belum pernah diuji lab, apakah berbahaya bagi masyarakat atau tidak,” sambung Yusman.

 

Kemudian izin amdal dari Dinas Lingkungan Hidup tak pernah ditunjukkan kepada pihak desa. ‘’Akibat jalanan yang ditambah dengan debu batubara itu membuat masyarakat kesulitan untuk melintas di jalan batubara atau hauling tersebut,” ujar Yusman.#udi

Komentar Anda
Loading...