Perekrut Sindikat Jual Ginjal Jaringan Kamboja, Ditangkap Polisi di Palembang

61
Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri berhasil menangkap pria berinisial D, perekrut kaki tangan bisnis jual ginjal jaringan internasional itu di sebuah rumah di jalan Macan Lindungan, Bukit Baru,Palembang.Ada 12 tersangka terlibat jual beli ginjal jaringan internasional ke negara Kamboja.(BP/IST)

Palembang, BP- Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri berhasil menangkap pria berinisial D, perekrut kaki tangan bisnis jual ginjal jaringan internasional itu di sebuah rumah di jalan Macan Lindungan, Bukit Baru,Palembang.Ada 12 tersangka terlibat jual beli ginjal jaringan internasional ke negara Kamboja.

“Dalam kasus ini, ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yang terbagi menjadi bagian sindikat dan non sindikat, ” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Jumat (21/7).

Baca Juga:  Parpol Tak Calonkan Mantan Napi

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan sepuluh orang yang merupakan sindikat tersebut, sebanyak sembilan orangnya adalah mantan pendonor ginjal yang akhirnya menjadi perekrut.

“Sedangkan untuk dua orang di luar sindikat merupakan pihak kepolisian dan pihak imigrasi, ” katanya.

Hengki menjelaskan untuk motif para korban mau menjual ginjal adalah ekonomi akibat dampak pandemi.

Baca Juga:  Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Jambret Ditembak

“Karena para korban berasal dari beragam profesi seperti pedagang, guru, buruh, sekuriti, bahkan ada yang lulusan S2, ” katanya.

Sebelumnya diberitakan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus jual beli organ tubuh jaringan internasional di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat.

“Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tengah fokus dan intens serta masih terus melakukan proses penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang terkait jual beli organ ginjal yang menjadi perhatian kita bersama dan publik,” kata Kabid Humas Kombes Pol Trunyudo Wisnu Andiko.

Baca Juga:  Penetapan Nomor Urut Paslon Gubernur di Hotel Berbintang, KPU Sumsel Dinilai Tak Punya Kepekaan Sosial

Trunoyudo menyebut serangkaian kegiatan penyidik tetap konsisten dan komitmen dilakukan dengan metode investigasi kejahatan secara ilmiah (scientific crime investigation) dan kolaborasi inter maupun antar profesi.

“Saat ini proses sudah pada tahap penyidikan dan penetapan tersangka,” katanya. #udi

 

 

Komentar Anda
Loading...