Tolak Masuk Banyuasin, Warga Tegal Binangun Ancam Tak Ikut Pemilu 2024

126
Untuk kesekian kalinya, warga Tegal Binangun kembali melakukan aksi demo , Minggu (4/6), mereka   mengancam tak akan ikut pemilu 2024 apabila wilayahnya tetap dipindah dari Palembang ke Kabupaten Banyuasian.(BP/IST)

Palembang, BP- Untuk kesekian kalinya, warga Tegal Binangun kembali melakukan aksi demo , Minggu (4/6), mereka   mengancam tak akan ikut pemilu 2024 apabila wilayahnya tetap dipindah dari Palembang ke Kabupaten Banyuasian.

Ketua Srikandi Forum Masyarakat Warga Taman Sasana Patra dan Patra Tegal Binangun, Yuniliyanti mengklaim mereka memiliki sekitar 3000 suara yang siap tidak ikut pemilu jika wilayahnya benar-benar dikeluarkan dari Palembang.

“Kami mohon jika pemerintah tidak mengklaim kami sebagai warga Palembang, kami kurang lebih 3000 warga, kami tidak akan berikan hak pilih di pemilu mendatang,” katanya.

Menurutnya mereka merupakan warga kota palembang dan bukan warga Banyuasin.

Kata dia, selama ini warga Tegal Binangun mengurus semua administrasi di kota Palembang.

Baca Juga:  Persita Tangerang Beri Rans Nusantara Kekalahan Beruntun Keempat

“Kami tidak mau masuk Banyuasin. Ini tanah kami, ini harta kami, kami tidak mau diklaim sebagai Banyuasin. No Banyuasin, kami bersatu bahwa kami merupakan warga Palembang,”katanya.

Dia berharap dengan kurun waktu satu tahun sebelum pemilu ini, pemerintah mengesahkan warga Tegal Binangun masuk ke dalam wilayah kota Palembang.

“Alasan utama kami bahwa kami ini memang warga Palembang, sudah hitam diatas putih, dan berdasarkan saksi hidup yang ada kami memang warga Palembang dan mereka mengklaim kami bahwa kami masuk Banyuasin itu permasalahannya,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya tetap kekeuh mereka merupakan warga kota Palembang dan merasa tidak pernah mendapat fasilitas dari Banyuasin.

Tak hanya menyatakan penolakan wilayahnya dimasukkan ke kawasan Banyuasin, warga yang menggelar aksi demo mengancam akan membawa persoalan ini ke jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Baca Juga:  Gubernur Alex Noerdin Beri Santunan Rp50 Juta

Tambahnya bahwa aksi ini dilakukan lantaran selama ini mereka merupakan warga Palembang dan tidak mau dipindahkan ke Banyuasin lantaran urusan administrasi yang lebih susah.

“Yang jelas kami menginginkan yang selama ini sudah berjalan, tidak mau dipindahkan ke pangkalan balai Banyuasin yang pasti lebih susah,lebih mahal dan lebih repot,” katanya.

Tambahnya bahwa segala urusan tidaklah mudah saat mengurusnya di Banyuasin seperti mengurus semua administrasi lebih mudah di Kota Palembang.

“Aksi ini kami akan tetap lakukan sampai tututan kami dipenuhi, dan jika tidak ada hasilnya lagi kami akan bawa juga kasus ini ke pengadilan,” katanya.

Baca Juga:  Jukung Terbakar, Dua Orang Meninggal

Ketua Forum Warga Taman Sasana Patra dan Patra Abadi, Suhardi Suhai menambahkan aksi ini akan tetap dilakukan tiap bulannya. Suhardi menambahkan bahwa selama ini berdasarkan penetapan pengajuan untuk masuk wilayah Palembang ada 29 RT.

“Namun yang masuk Palembang ada 20 dan yang 9 masuk Banyuasin termasuk kami. Dimana di 9 RT yang masuk Banyuasin itu ada 10 RW di mana ada 9 RW yang masuk Palembang dan 1 yang tidak masuk. Di situlah kami merasa ada yang janggal ada apa di sana,” katanya.#udi

 

Komentar Anda
Loading...