Bawaslu Tuntaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara

362

BANDUNG, BP – Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) diminta untuk  menuntaskan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), demi menciptakan transparansi kepada publik dan upaya mencapai zona bebas korupsi.

 

Hal ini ditegaskan Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda dilansir dari laman Bawaslu Selasa (14/3/2023). Ia berharap seluruh jajaran Bawaslu bisa menuntaskan  LHKPN, karena pihaknya  terus berusaha mencapai zona bebas korupsi dan bersih dalam melayani sesuai komitmen.

 

Herwyn menuturkan, LHKPN ini menjadi salah satu syarat tingkat pelaporan dan kepatutan yang saat ini sudah hampir 80 persen jajaran Bawaslu se-Indonesia yang melaporkan.

Baca Juga:  MIN 1 Kota Palembang Wakili Palembang di Liga Merah Putih Tingkat Nasional ‎

 

“Saya berharap laporan LHKPN 2022 bisa 100 persen. Pada tahun lalu, hingga 31 Maret 2022 mencapai 99,54 persen. Ada 15 wajib lapor yang tidak melakukan perbaikan laporan tahun lalu yang akan kita perbaiki,” katanya dalam kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Pelaporan LHKPN Tahun 2022 dan Sosialisasi SE Menpan RB Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyampaian yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga:  Bawaslu dan Fatayat NU Kawal Pemilu Tanpa Kecurangan

 

Doktor ilmu lingkungan hidup ini menegaskan, LHKPN menjadi perhatian bersama dalam menjaga transparansi dan profesionalisme bekerja.  “Kita mencoba terbuka kepada publik ,” ujarnya.

 

Lebih lanjut ditegaskannya,  pimpinan Bawaslu daerah maupun para staf agar terus melaksanakan tugas. “Sekarang masa rekrutmen, termasuk juga yang mendaftar menyeberang ke KPU di daerah. Tetap ingat dengan tugas kita. Terus bekerja sampai berakhir masa kerja,” ucap dia.

Baca Juga:  Bawaslu Simpulkan Amplop Zakat Berlogo Parpol di Sumenep Bukan Pelanggaran

 

Untuk diketahui sebelumnya, Plt Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bawaslu Henry Dwi Prastowo menyatakan, kegiatan ini demi memberikan pengetahuan dalam membuat LHKPN.

 

“Sampai hari ini untuk capaian laporan LHKPN 73,66 persen  atau mencapai 2.450 wajib lapor. Kurang sekitar 26 persen lebih sedikit. Kita harap nanti akan tuntas semua membuat laporan dengan baik, benar, dan apa adanya,” kata Henry  saat menyampaikan sambutan di rakor  percepatan pelaporan LHKPN Tahun 2022.#gus

Komentar Anda
Loading...