Komisi V DPRD Sumsel Rekomendasikan TACB dan Badan Pengelola Cagar Budaya Seluruh Sumsel

95
Lantaran daruratnya kondisi cagar budaya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terutama kota Palembang, jajaran Aliasi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) menggelar rapat bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPRD Sumsel di ruang rapat Komisi V DPRD Sumsel , Kamis (9/2).(BP/udi)

Palembang, BP- Lantaran daruratnya kondisi cagar budaya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terutama kota Palembang, jajaran Aliasi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) menggelar rapat bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPRD Sumsel di ruang rapat Komisi V DPRD Sumsel , Kamis (9/2).

Dari Komisi V dihadiri Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli serta anggota Komisi V DPRD Sumsel  Junada Hanafiah, Rita Suryani, Meri Spd, Herman, Alfrenzi Panggarbesi.

Dari AMPCB di wakili Vebri Al Lintani (budayawan Sumsel), Dr Dedi Irwanto MA (Sejarawan Sumsel), Kemas Ari Panji, (Sejarawan Sumsel) , Ali Goik (Seniman Sumsel) , Wahyudi (mahasiswa Unsri), Ismail Gondrong dan Dudy Oskandar (jurnalis).

Dalam Kemas Ari Panji mendesak Komisi V DPRD Sumsel agar ada hal yang di kongkritkan  di Sumsel pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Kota di Sumsel , karena selama ini TACB hanya ada di tingkat provinsi dan Kota  Palembang.

Baca Juga:  Cawako Fitrianti Fasilitasi Proses Data Kependudukan dan PKH Korban Kebakaran di Jalan Panca Usaha

“ Kalau ada TACB kabupaten kota bisa berkerja  dan TACB provinsi tinggal merangkum,  apalagi untuk menjadi TACB harus ikut Diklat  dan harus menunggu undangan dari Kemendikbud, rata-rata kabupaten kota tidak mengirim karena biaya karena memang tidak dianggarkan dan menunggu undangan ,  harus dibalik  didorong dari Provinsi , bagaimana  tidak  Disbudpar Sumsel mengadakan Diklat TACB di Sumsel  anggarkan dan undang kabupaten kota  , “ katanya.

Mengenai belum terbentuknya Badan Pengelola Cagar Budaya di Sumsel lantaran di kabupaten kota belum terbentuk TACB yang merupakan tim ahli untuk Badan Pengelola Cagar Budaya.

“Seperti di kota Palembang sudah ada TACB tapi mandul karena  komposisinya tidak tepat karena lima orang PNS , “katanya.

Baca Juga:  Kantor Gubernur Sumsel di Revonasi, DPRD Sumsel : “Sudah Pernah Disarankan”

Sedangkan Vebri Al Lintani mengajak DPRD Sumsel untuk bersama-sama menyelamatkan cagar budaya di Sumsel .

“ Ini sangat penting , karena membangun tidak ekonomi ansih , ekonomi tidak membawa kebahagiaan , kesejahteraan , kita sudah buktikan orde baru 32 tahun akhirnya kandas juga , karena terlalu ke ekonomi dan membelakangkan kebudayaan apalagi Sumsel dikenal kaya dengan adat dan budayanya  , “katanya.

Dia berharap pertemuan lanjutan segera direalisasikan  guna melindungi cagar budaya di Sumsel.

“ Kami berencana  melakukan langkah khusus  untuk pengrusakan Balai Pertemuan di Palembang, kami akan  melakukan aksi dengan para seniman mungkin hari minggu dan akan menyegel Balai Pertemuan oleh seniman dan langkah kedua  melalui langkah hukum dengan mengadukan Walikota Palembang yang sudah  melakukan pembiaran cagar budaya didepan mata dia sendiri,”katanya.

Dr Dedi Irwanto MA menambahkan seperti di Yogyakarta hampir kabupaten kotanya punya TACB sedangkan di Sumsel  TACB hanya di tingkat provinsi dan kota Palembang  untuk kabupaten kota belum.

Baca Juga:  Mau Begal Motor,  Tiga Sekawan Ditabrak Mobil

“ Ini harus jadi perhatian agar TACB  dibentuk tiap kabupaten kota di Sumsel sehingga kita sebagai generasi masa kini  tidak kehilangan benda-benda cagar budaya  yang semakin hari semakin hilang , apalagi sekarang tempat cagar budaya menjadi tempat strategis , jangankan  di kota Palembang  di kota lain seperti itu, “ katanya.

 

Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli memastikan pihaknya akan mendorong pembentukan TACB  kabupaten kota di Sumsel.

“ Komisi V  mengajak Kemendikbud  hadir di Sumsel  untuk memberikan pelatihan guna pembentukan TACB di kabupaten kota  di Sumsel  .” katanya.

Dan  terpenting terbentuknya Badan Pengelola Cagar Budaya di seluruh Sumsel .#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...