Diisukan Jadi Pengganti Gubernur BI, Sri Mulyani: Ada Prosesnya Diatur UU

61

JAKARTA, BP – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pergantian Gubernur Bank Indonesia (BI) sudah ada prosesnya dan diatur dalam Undang-Undang (UU).

Hal itu menjawab pertanyaan mengenai isu dirinya beserta Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa masuk ke dalam bursa calon Gubernur BI selanjutnya.

“Jadi mengenai Gubernur BI itu sudah ada prosesnya dalam UU,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:  Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel Tangkap Pelaku Promosi Judi Online, Dua Pelaku Adalah Pelajar

Ia menegaskan dirinya, Perry Wajiyo, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar saat ini akan tetap fokus mengerjakan tugas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni menjaga stabilitas sistem keuangan dan pemulihan ekonomi.

Masa jabatan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI pada tahun ini akan habis (2018-2023). Presiden Joko Widodo akan mengajukan nama calon baru Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Baca Juga:  Tabrak Lari di Macan Lindungan Palembang, Xpander Kabur Usai Nabrak, Pelaku Masih Dikejar

Perry merupakan Gubernur BI periode 2018-2023 menggantikan Agus Martowardojo. Pengangkatan Perry sebagai Gubernur BI tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 70/P/2018 tertanggal 16 April 2018.

Sebelumnya, Perry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden kepada DPR pada 2018. Sebelumnya empat nama disodorkan kepada Presiden Jokowi untuk diseleksi bersama Wakil Presiden menjadi kandidat Gubernur BI.

Baca Juga:  Penyidik Subdit Siber Polda Sumsel Limpahkan Berkas dan Tersangka Illegal Access ke Jaksa

Keempat nama tersebut yakni mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, mantan Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan petahana Agus Martowardojo. #

Komentar Anda
Loading...