Wali  dan Jasanya Mengenalkan dan Mengamalkan Islam di Nusantara (Bagian Ketiga)

204

Oleh : Azim Amin Ketua Yayasan Najahiyah Palembang

 

Laksamana Zheng He beserta rombongannya kembali mengunjungi negeri Kukang/ Fo-Linfong/ Palembang. Kemudian th 1409 H  ke Malaka, tahun 1411.M., Kaisar memenuhi permintaan Parameswara pergi secara pribadi istana Beijing untuk menyatakan hormatnya kepada kaisar. Setelah mendapat pengakuan, tahun berikutnya Parameswara mengirim sepupunya. (h.3)

Komunita Islam (Hanafi) pertama di Nusantara, terus tumbuh dan berkembang, hingga tahun 1445 M dikunjungi Raden Rahmat dari Ampel dan bertemu dengan Raden Fatah, salah seorang putra raja kerajaan Majapahit ke-12; Bhre Kertobhumi Prabu  Browijoyo V, yang bertahta 1470-1478 M. semasa ayahnya, diangkat menjadi Adipati Bintoro Demak 1475.

Ditandai dg berdirinya masjid Agung Demak pertama di tanah Jawa; tahun 1478 M, mengurus jenazah ayahnya yg telah pulang ke rahmatullai, Raden Fatah dikukuhkan sbg Sultan Demak tahun 1479.M. Kerajaan Islam Demak dapat berjaya  hingga tahun 1548.M. pengaruhnya dapat mewarnai kerajaan Majopahit bercorak Islam, Bertahta hingg th 1518.M, dilanjutkan putra beliau Pati Unus hingga th 1421M, dan adiknya  Trenggono sampai th 1547.M.

Sekalipun Raden Fatah dinobatkan sebagai Sultan Demak, kerajaan Majapahitpun tetap berlanjut, dipimpin raja ke-13 Singowardhana Prab .Browijoyo VI, bertahta 1478-1496; raja ke-14 Donowijoyo Prb. Browijoya VII, bertahta 1496- 1518 M, masa kerajaan bercorak Hindu dan Islam hingga terjadi pemberontakan di Trowulan. Dua corak kerajaan Majapahit ini berjaya dan saling menghormati (Mujib Ali, Arkenas, Jakarta, Nov. 2009).

Namun Prabu Brawijaya VII diserang kerabatnya sendiri; Grindrowardhono (Solihin Salam, pen) (catatan silsilah Raja dari Jepara; makam Ratu Kalinyamet isteri Pangeran Hadirin, Nov. 2009).

Ajaran agama Islam diterima di Majapahit sebagai rahmat Allah, saling menghargai, menghormati hingga saling menyintai. Pemikiran para Pembesar kerajaan dpt terjadi perbedaan kepentingan, namun sampai terjadi pembunuhan, merupakan hal yg tidak terpujui, seperti dialami Pangeran Aria Penangsang. Murid Sunan Kudus. Gugur syahid mempertahankan haknya di kadipaten Jipang, desa ini terletak sebelah Utara Blora (Bojonegoro) Atas nasehat Sunan Kudus sebelum wafatnya th 1560,M. 13 tahun kemudian, rombongan pembesar Jipang yg setia dengan Pangeran Aria Penangsang, hijrah ke negeri pelabuhan Palembang, dipimpin Kiyai Gede Ing Suro Tuo (Laksamana); salah seorang putera Kiyai Gede Sido Ing Lautan,  bersama 24 pembesar kerajaan asal Jipang, setelah 89 tahun kemudian, keraton Kuto Gawang hingga menjadi Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1662.M  dibubarkan Holanda 1821.M.

Sementara raden Adi Wijaya yg berhasil menyingkirkan Ari Penangsang dari panggung tahta kerajaan, mendirikan kerajaan di kadipaten Pajang. Selanjutnya lahir dan tumbuh hingga berkembanglah menjadi  kerajaan Islam Mataram berpusat di Surokerto, Jawa Tengah. Bertahta antara 1586-1755. Berusia 169 tahun. Kerajaan Mataram Islam ini pecah dalam beberapa kerajaan pula, Yogyakarta, Surakarta, dll.

Baca Juga:  LCC Sejarah Bentuk Karakter Pemuda Yang Tangguh

 

Peranan Para Sunan di Nusantara

1.Sunan Gresik/ Maulana Malik Ibrahim (1345-1419) telah berjasa mendirikan masjid di  desa Loren, dekat wilayah Ampel, Surabaya. Lalu membangun Psantren tempat mencerdaskan anak-anak raja dan bangsawan dan rakyat dari berbagai wilayah. Selanjutnya mengirim para santri hasil didikannya ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Wafat dalam usia 75 tahun.

Masa ini pusat kerajaan Majapahit dipimpin Raja ke-4 dan 5, Hayam Wuruk Rojosonegoro), bertahta 1351-1389; dan Wikromo Wardhono, bertahta 1389-1427.M. Masa ini raja WW Majapahit mengirim Adytiawarman (1377) ke Palembang,  untuk mengambil alih kekuasaan pelabuhan Fo lin-fong (Palembang) Kukang dari tangan Chen Su-yi; namun gagal, Utusan Majapahit ini justru bersekongkol dg Chen Su Yi, asal wilayah Hokkian, Cina.menyebabkan Parameswara selaku Pembesar terakhir Sriwijaya meninggalkan Palembang. Menuju ke pulau Temasik, dekat pelabuhan  Malaka, sedangkan isterinya, Dewi Suhita, salah putri bangsawan keluarga besar Majapahit kembali ke Trowulan, Jawa Timur. Kemudian, Dewi Suhita menjadi Ratu Majapahit ke-7, 1429-1449.M.

Masa ini pula, berdiri dinasti Ming (Islam) di negeri Cina/ Tiongkok. Pendirinya menjadi Kaisar I berjuluk hung wu/ hong wu; bergelar resmi dari para rohaniawannya sebagai tai tsu/ tai zu ; nama asli sejak lahirnya adalah chu yuan chang/ zhu yuan zhang, ia  bertahta tahun  1368-1398.M.

Bukan mustahil, Chen Su Yi masa ini meninggalkan Tiongkok ke Palembang yg sudah dikuasainya sebelum Dinasti muncul, karena terdesak oleh pasukan dinasti Ming, beliau juga, dalam rombongan tersebut, mengajak beberapa ulama` atau prajurit Muslimin yang ahli kelauatan dan bahasa Arab; Sejak terbina hubungan Palembang dengan China dinasti Ming melalui Admiral Zheng He, maka penduduk asli kaum pribumi di negeri (5) pelabuhan Palembang dan sekitarnya mulai mengenal dan memeluk agama Islam, kecuali sebagian penduduk suku Kubu di daerah pedalaman yang masih mengikuti anutan lama – Ainmisme/ dynamisme- para Tetuonyo.

Selama Pangeran Parameswara berada di tanah semenajung Melayu, muncul kerajaan Islam di Malaka tahun 1459, dipimpin Sultan Mansur Syah yang bertahta hingga tahun 1477.M.  Saat ini, Pangeran Jin-bun/ Raden Fatah telah menjabat sebagai Adipati dari kerajaan Majapahit di desa Tunyuk. (Azim, 1983) th 1511 Malaka dikuasai Portugis, Th 1521, Demak mengirm armada lautnya utk mengusir Portugis, ttp  gagal oleh senjata  modern mereka. Tahun 1644, dikuasai Holanda.

Saat kaisar Yung Lo bertahta ini, beliau mengangkat tiga orang Duta Besar Keliling dinasti Ming;  mereka adalah  Haji Ma Hwang, Haji Feh Tsing, dan Haji Sam Po Bo (Republika, 05-03-04).  Duanya lagi, belum diketahui. Diyakini, para ulama` ini selaku pengamal fiqih mazhab Imam hanafi, juga penganut Tarekat Naqsyabandiah.  (Syakib, 1933:II:282) .

Baca Juga:  Pemprov Nombok Rp235 M Untuk Penyertaan Modal BSB

2.Sunan Ampel, nama lengkapnya Raden Rahmat (1408-1485) kelahiran Kamboja; daerah Indochina. Keturunan Muslim dr negeri Arab. Semula belajar agama di Ampel. Setamat dari pendidikan Psantren Sunan Gersyik, membantu ntu Maulana Malik Ibrahim, selanjuta dijuluki Sunan Gersyik dalam mengembangkan Psantrennya. Ario Damar mengganti namanya dengan Artiodilah) 1420-1450?-1490), Sunan Ampel, mengunjungi negeri pelabuhan Palembang pada tahun 1445.M., beliau mengislamkan Ario Damar, salah seorang putera Prabu Brawijoyo V, Raden Rahmat ke Palembang, selain diminta untuk datang mengajar agama Islam untuk Raden Fatah yg berusia 10 th, di Palembang, juga karena hendak mengenal dan mendidik Pangeran Jin-bun (Raden Fatah) yang masih ada hubungan darah dengannya.

Jasa lainnya, beliau melantik salah seorang muridnya; Raden Fatah sebagai Adipati/ Bupati kerajaan Majapahit bercorak Islam di Bintoro; Demak. Murid murid lainya tercatat dalam sejarah adalah Ishak; Raden Paku yakni Raden Ainul Yaqin; Makhdum Ibrohim; Syarifuddin; Sunan Ampel wafat dlm usia 77 tahun;

 

3.Sunan Sunan Kali Jaga, nama lengkapnya Raden Muhammad Syahid (wf.1585.M). merupakan salah seorang putera Kiyai Temenggung Wilatikta; penguasa daerah Tuban. Adajuga menyebut nama aslinya Sahur menikahi Dewi Sarah binti Ishak; Sunan Kali Jaga mempunyai tiga anak; Raden Umar Syahid; Dewi Rogayah dan Dewi Shofiyah.

Mengenalkan ajaran agama Islam kepada penduduk di daerah Jawa Tengah, Maka bertambahlah jama’ahnya dr kalangan bangsawan dan para cendikiawan.  Cara dakwahnya mengumpulkan penduduk setempat menampilkan seni wayang, sekaligus sebagai dalangnya.pandangannya jauh, perasaannya menyintai umat sangat dalam. Pemikirannya luas.Beliau mengembangkan seni batik, lukisan, ukiran, mengarang cerita wayang dg tema beda.Karena seni wayang sudah manjd bagian hidup penganut Hinduisme yg diwarisi dari leluhur mereka. Muailah mereka menganut ajaran agama Islam dengan berbondong-bondong. Jenazahnya dimakamkan di desa Kadilangu; daerah Demak arah  laut; dikenal wilayah Bintaro.

4.Sunan Sunan Giri (wf.1530.M). Nama aslinya Raden Pakuyakni Raden Ainul Yakin. Masa kecilnya ditinggal merantau oleh ayahnya Maulana Ishak karena mendalami agama Islam di Aceh hingga wafatnya. Ibunya putri raja Belabangan yg tetap menganut agama Hindu. Raden diasuh oleh salah seorang tajir bernama Nyai Gede Maluka, Menjelang uia wajaib belajar, disekolahkan nya ke psantren Ampel. Dibawah bimbingan Sunan Ampel. Saat di psantren, berkenalan dg Makhdim Ibrahim. Selanjutnya, (kedua santri cerdas ini dikirim oleh Sunan Ampel mendalami agama Islam di Pasai; Aceh.

Baca Juga:  Jadikan Pemilu 2019 Aman, Damai dan Sejuk

Kemudian, Sunan Giri masa remaja melanjutkan belajar agama Islam ke negeri Hijaz. Makkah dan Madinah. Mendalami bahasa Arab dan menunaikan ibadah haji. Sepulang dari tanah Hijaz. Semakin luas pemahaman agama Islamnya. Menjadi ulama berpengaruh besar terhadap para pembesar di Kadipaten Demak. Setelah memprakarsai pendirian pusat pendidikan dan dakwah Islam di Demak dengan membangun masjid. Saat raja Majapahit ke XII; Bhre Kertobhumi Prabu Browijoyo V wafat tahun 1478 M. Kedaulatan kerajaan Majapahit bercorak Islam di kadipaten Demak, dipegang sementara oleh Sunan Giri, karena Adipati Raden Fatah (6) penguburan jenazah ayahandanya; Raden Fatah baru dilantik/ dikokohkan/ didukung oleh para Sunan tahun 1479.M. beliau bertahta hingga tahun 1518 M.; wafat dalam usia 83 tahun.

  1. Sunan Bonang (wf.1525.M). nama aslinya Makhdum Ibrahim, ibunya bernama Nyai Ageng Manila, salah seorang putri bangsawan keluarga Aria Teja. Petinggi kerajaan Majapahit. Penguasa daerah Tuban. Sunan Bonang lulusan Psantren di Aceh juga. Hanya mendalami Islam sampai belajar agama Islam dg ulama` di tanah pelabuhan Malaka. Beliau ini merupakan salah seorang Wali/ penguasa Muslim yg belum menikah. Menekuni Tarekat (الطريقة) berarti “perjalanan seorang salik (penuntut ilmu ketuhanan, pen) menuju Tuhan dengan cara mensucikan batin” (Khan, 1995: 233). Masa itu, ajaran tarekat Naqsyabandiah datang dari Ulama` China, yang mampu menghimpun pelaut Melayu serta membinanya menjadi penduduk yg beriman dan bertaqwa.
  2. Sunan Sunan Derajat (wf.1572.M).Nama aslinya Syarifuddin, keturunan Sunan Ampel. Mendalami ilmu pengobatan. Mengasuh anak-anak Yatim. Membela gologan fakir miskin.Beliau mengembangkan nilai persamaan (HAM). Mengembangkan pendidik dan dakwah Islamiyah dengan pendekatan sosial/ kemasyarakat. Sebagaimana amalan para Wali, mendalami dan mengamalkan tarekat pula, “jalan spiritual yang harus ditempuh oleh seorang pejalan (السـالك) menuju hakikat (الحقبقة) . identik dengan tasauf. Banyak pengikutnya. yakni orde-orde atau kelompok pengikut ajaran tasawuf yang menekankan praktik-praktik ibadah dan zikir secara kolektif (Bagir,II.2006:14
  3. Sunan Muriapada (?).Nama aslinya Raden Prawoto. Ada juga menyebut nama aslinya Raden Umar Syahid, salah seorang putra Sunan Kali Jaga. Cara dakwahnya dengan mengenalkan ajaran agama Islam kepada rakyatnya melalui pertunjukan seni/ panggung kesenian.

Menguasai musik gamelan, sebagai seni lokal yang amat  menarik hati mayoritas rakyat setempat. Musik yang dikemasi dengan zikir kepada Allah dan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, gamelan ini mampu menerima pesan Islam hingga menembus pada hati mereka secara mendalam. Dijadikan oleh Ja`far Shodiq saudaranya setelah menikahkan Raden Muria dengan saudari kandungnya bernama Dewi Sujinah binti Sunan Ngudung.#

 

Komentar Anda
Loading...