Peserta Pemilu Diminta Kampanye Sesuai Jadwal

60

JAKARTA, BP – Karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye Pemilu pada 28 November 2023 – 10 Februari 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengimbau peserta pemilu atau partai politik  menahan diri untuk melakukan kampanye sebelum waktunya.

Demikian ditegaskan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat siaran langsung Dialog TVRI Peta Politik Nasional Antisipasi Politisasi SARA dan Hoaks Jelang Pemilu, Senin malam (2/1/2023).

Baca Juga:  Pemilu 2024, Mitigasi Pelanggaran Jangan 'Kaleng-kaleng'

Bagja mengatakan, peserta pemilu harus menjalani tahapan sesuai aturan. Sehingga penyelenggaraan Pemilu 2024 dapat berjalan kondusif dan nyaman bagi seluruh pihak.

Ia mengungkapkan, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah diluncurkan Bawaslu beberapa waktu lalu bisa menjadi acuan  semua pihak dalam mengantisipasi pelanggaran pemilu. Terutama kerawanan terkait Suku, Agama, Ras dan Antargolongan serta berita hoaks.

Baca Juga:  Jokowi Sah Terdaftar sebagai Pemilih, Pemilu 2024 Tidak Berubah

“Ini (kampanye liar) bisa mengerikan jika tidak dibatasi, maka perlu ruang sosialisasi yang baik yang merata sesuai dengan asas pemilu,” ucap dia.

Untuk itulah Bagja meminta masyarakat  membantu Bawaslu  melakukan pengawasan melekat di lingkungan tinggal masing-masing, dan  meminta masyarakat jangan sungkan melapor ke Bawaslu jika ditemukan dugaan pelanggaran.

“Ini sudah mulai, kita harus lihat bagaimana peserta pemilu menggunakan ruang-ruang publik,”  Bagja mengajak.#gus

Komentar Anda
Loading...