Bawaslu Ungkap Lima Kerawanan Pemilu 

53

JAKARTA, BP –  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkap Indeks Kerawanan Pemilihan Umum (IKP)  dengan menekankan lima isu strategis.

Hal ini diungkapkan  Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam acara Webinar Sosialisasi IKP oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (27/12/2022).  Lolly menerangkan,    IKP  menekankan lima isu strategis, pertama  netralitas penyelenggara pemilu.
“Polemik netralitas  penyelenggaraan pemilu  menjadi pengalaman penting dalam menjaga kemandirian dan profesionalitas pelaksanaan tahapan pemilu ke depan,” kata Lolly.
Kedua, pelaksanaan tahapan pemilu di provinsi baru yakni di  Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.  “Kami memberikan perhatian penuh terhadap persiapan pelaksanaan pemilu  dan pembentukan penyelenggara pemilu di provinsi baru tersebut,” ia menuturkan.
Hanya saja, karena  kondisi saat ini sulit  membentuk (Bawaslu provinsi) baru, maka Bawaslu memberikan mandat atau pelimpahan tugas kepada Bawaslu Papua dan Bawaslu Papua Barat untuk melakukan pengawasan di provinsi tersebut.

Baca Juga:  Survei Pemilih Paling Mantap, PKS Teratas   

Ketiga, yakni potensi polarisasi masyarakat. Pihaknya  memberikan perhatian penuh untuk  menjaga stabilitas dan kekondusifan dalam setiap tahapan pemilu.

Isu keempat, mitigasi dampak penggunaan media sosial. Penting bagi semua pihak  mengantisipasi penggunaan media sosial dan media digital dalam dinamika politik ke depan.

“Hal ini penting supaya (penggunaan media sosial dan media digital) konstruktif dan tetap positif terhadap konteks pemilu dan pemilihan,” ia menegaskan.

Baca Juga:  Sengketa Reklame di Lahan ODCB Memanas, Pihak Penggugat Ajukan Perbaikan Gugatan

Kelima, pemenuhan hak memilih dan dipilih. “Pemenuhan hak politik dan pelayanan penuh terhadap perempuan dan kelompok rentan. Ini juga menjadi sorotan/perhatian serius bagi kami,” jelasnya.

Lolly menjelaskan, ke depan  Bawaslu akan membuat turunan indeks kerawanan yang sifatnya tematik  berdasarkan tahapan-tahapan krusial yang akan berjalan ke depan.

“Misalnya, soal media sosial. Kami akan meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu terkait media sosial, atau soal politisasi SARA. Kami akan membuat Indeks Kerawanan Pemilu tentang politisasi SARA,” ia memungkasi.#gus
Komentar Anda
Loading...