Survei: Elektabilitas Anies di DKI Jakarta Kalahkan Ganjar dan Prabowo

481

JAKARTA, BP – Elektabilitas Anies Baswedan bakal calon presiden dari Partai NasDem mengalahkan pesaingnya Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Demikian terungkap dari hasil survei Poltracking Indonesia periode 26 November- 2 Desember 2022, berdasarkan simulasi tiga nama calon presiden. Hasil survei, elektabilitas Anies mencapai 49.6 persen diikuti Ganjar (27.5 persen) dan Prabowo (15.7 persen).

Untuk simulasi 20 nama calon presiden di DKI Jakarta, Anies memperoleh angka elektabilitas (47.2 persen) diikuti Ganjar Pranowo (23.8 persen) dan Prabowo Subianto (11.9 persen).

Baca Juga:  Untuk Pertama Kali Sejak 2014, Kemiskinan Sumsel Turun ke Satu Digit di Era HDCU

Populasi pemilih dalam survei ini dikelompokkan menurut Kabupaten/kota (stratifikasi). Populasi di Desa/kelurahan di setiap kebupaten/kota dipilih secara acak dan proporsional.

Pada masing-masing desa/kelurahan terpilih, dipilih lima Rukun Tetangga (RT) secara acak, lalu di masing-masing RT terpilih, dipilih dua Kepala Keluarga (KK) secara acak. Pada KK terpilih, dipilih secara acak satu orang yang punya hak pilik laki-laki (kuesioner ganjil)/perempuan (kuesioner genap).

Baca Juga:  Alfian Maskoni Berpotensi Menang Kembali di Pilkada Pagaralam

Sebanyak 25 persen dari total sampel didatangi dan diwawancarai kembali untuk memastikan kebenaran data. Aktivitas menelepon kembali dan verifikasi foto seuruh data data yang masuk (100 persen) dikontak kembali lewat telepon agar keperluan konfirmasi dan diverifikasi melalui kebenaran bukti wawancara (foto).

Poltracking melatar belakangi survei dengan acuan Provinsi DKI Jakarta memiliki episentrum politik yang berdampak luas terhadap politik nasional. Selain sebagai ibu kota negara. Jakarta memiliki jumlah penduduk dan DPT melebihi beberapa provinsi besar di luar Jawa.

Baca Juga:  Erick Thohir 'Top Three' Cawapres Potensial

Jakarta menjadi magnet elektoral yang tak dapat dipandang sebelah mata. Panggung kepemimpinan ibu kota menjadi sorotan nasional. Sama halnya dengan kehidupan masyarakat yang heterogen membuat politik ibu kota selalu menarik untuk direkam dan dipetakan arah kekuatan politiknya.

Survei ini dilakukan untuk merekam kekuatan politik elektoral di Provinsi DKI Jakarta menuju Pemilu serentak 2024.#gus/KBA

 

Komentar Anda
Loading...