Makan Padang Gratis Digenapi ‘Pop Mie’

Dengan tiket Rp550 ribu, lumayanlah untuk menambah pengalaman bagi yang suka travelling.
SEKITAR pukul 18.00 WIB bus keluar tol, baru sadar kalau sudah berada di kawasan Bandar Jaya.
Memang selama ini Bandar Jaya dianggap strategis menjadi daerah paling ramai yang dilintasi Jalinsum dan jalan tol dari serta menuju Bakauheni.
Suasana sudah mulai gelap, bus parkir di halaman Rumah Makan Siang Malam yang berada di jalan raya Proklamator. Satu per satu penumpang turun dan memberikan tiket bus kepada petugas rumah makan yang berada di pintu masuk.
Dipersilakan duduk, tak lama pelayan rumah makan padang ini menyajikan nasi dengan lauk telor kuah santan serta sambal dan lalap. Jadi memang setiap penumpang memperoleh gratis makan malam, kalau ingin menambah lauk membayar sendiri. Di samping rumah makan, ada beberapa yang menjual gorengan atau cemilan lainnya.
Penumpang juga diberikan waktu yang cukup untuk sekadar menghilangkan penat atau belanja kebutuhan makan minum di sekitar.
Perjalanan dilanjutkan, penumpang banyak terlelap kembali di tempat duduk masingmasing.
Sekitar 90 menit perjalanan, terlihat suasana pelabuhan Bakauheni dengan segala aktivitasnya. Tak perlu antre panjang, bus sudah berada di kapal penyeberangan menuju Merak.
Seluruh penumpang diharuskan turun dari bus. Memang aturannya, selama dalam penyeberangan mesin mobil harus dimatikan.
Menyalakan mesin mobil berpotensi bahaya, karena bisa meracuni awak kapal dan penumpang.
Asap kendaraan yang mengandung gas karbon monoksida (CO) bisa masuk ke ventilasi utama kapal tersebut.
Cuaca dingin membuat perut kembali terasa lapar, walau baru sekitar dua jam menikmati makan malam.
Seakan menu wajib di atas kapal penyeberangan, mie instan yang dalam kemasan cup. Apapun mereknya, hampir pasti selalu disebut ‘Pop Mie’. Lumayanlah, dengan
Rp15 ribu sudah bisa sedikit menghilangkan lapar dan rasa dingin.
Dua jam menikmati pekat dan udara laut, bus turun untuk terus masuk tol Merak – Jakarta. Dini hari menjelang tengah malam sampai ke terminal Lebak Bulus, banyak penumpang turun.
Sekitar 30 menit kemudian baru tiba di terminal Kampung Rambutan.
Dengan tiket Rp550 ribu, lumayanlah untuk menambah pengalaman bagi yang suka travelling.
Dari harga tiket memang tak jauh dari tiket pesawat kelas ekonomi Rp600 ribuan.
Namun peminat bus Sleeper ini selalu saja membludak. Apalagi karena bus Sinar Jaya masih pemain tunggal untuk rute dari Sumatera ke Jawa, dan sebaliknya.#kemaskhoirulmukhlis