Giliran SMB IV Kritik Lift Jembatan Ampera

124
JEMBATAN AMPERA – Pembangunan lift di Jembatan Ampera yang merupakan icon dan cagar budaya kembali mendapatkan kritikan.

 

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, ikut mengkritik pembangunan lift jembatan Ampera.

PALEMBANG, BP – Kontroversi pemasangan lift yang dilakukan Pemprov Sumsel melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jembatan Ampera masih terus berlanjut.

Kali ini, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M Fauwaz Diradja, SH.MKn, ikut angkat bicara.

SMB IV menyebut, pembangunan lift Jembatan Ampera perlu kajian yang komperhensif.

“Untuk pemasangan lift di Jembatan Ampera perlu kajian yang komperhensif, jangan hanya satu kajian.

Memang sisi pariwisata katanya menguntungkan, tapi saya yakin ini belum banyak kajian yang digunakan.

Baca Juga:  Liga Champion Semalam: PSG Kalah dari Mancity, Namun Lolos 16 Besar

Sejauh ini hanya faktor harap keuntungan saja,” kata SMB IV, Minggu (20/11).Kajian yang dilakukan harus mencakup semua sektor. Sebut saja keamanan, lalu lintas, cagar budaya dan kajian lain.

Dalam melakukan pembangunan lift di Jembatan Ampera harus dikaji dari semua sisi. “Bagaimana orang mau naik di Jembatan Ampera, parkir dimana.

Saya yakin itu membuat susah memang awalawalnya akan ramai, sekarang tolonglah kepada pemerintah selalu mengkaji kegiatankegiatan yang dibuat,” katanya.

Pria yang berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini mengingatkan pemerintah, jangan sampai rencana pemasangan lift di Jembatan Ampera ini yang alih-alih untuk pariwisata namun      ujungujungnya menjadi hilang seperti ‘kulinary night’ di Kota Palembang.

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta Tidak Siap Antisipasi Banjir

“Coba lihat Kulinary Night di kota Palembang yang tidak ada lagi, karena tidak pakai kajian dan tidak dipersiapkan secara matang, “ katanya.

Selain itu menurutnya, setiap pembangunan yang dibuat harus bermanfaat bagi masyarakat Palembang. Manfaat itu harus benar-benar bisa dirasakan orang banyak.

“Saya lihat manfaat pemasangan lift di Jembatan Ampera masih kurang. Jadi harus dikaji secara menyeluruh,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal, juga menilai pembangunan tersebut diperlukan

penangan yang berbeda untuk dilakukan revitalisasi karena takutnya dapat mengubah kontruksi jembatan Ampera itu sendiri.

“Saya rasa Pemerintah perlu meminta masukan dulu dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB),” ujarnya di Rumas Dinas Walikota Palembang pada Selasa (15/11).

Baca Juga:  MMK Rayakan Anniversary ke-20 dengan Pembagian Beras dan Penghargaan Sosial di Palembang

Jembatan Ampera merupakan salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan dan tidak seharusnya diubah bentuk fisiknya. Ia pun menyinggung beberapa kebijakan revitalisasi bangunan
cagar budaya yang telah dilakukan sebelumnya justru membuat bangunan dan nilai tersebut rusak.

“Kasus Pasar Cinde kemarin seharusnya tidak terulang lagi,” katanya. Menurutnya, pembangunan tersebut diperlukan kajian mendalam terlebih dahulu dengan mengikutsertakan pihak TACB sehingga mendapatkan nilai kepentingan yang sesungguhnya.

“Lagi pula bila dipasang lift artinya akan menambah beban bagi tiang Jembatan Ampera, sedangkan usia jembatan sendiri sudah ratusan tahun. Lebih baik memperbaiki hal yang lain dibanding Lift Jembatan Ampera ini,” tutupnya. #udi

Komentar Anda
Loading...